Wisatawan Lokal Dominasi Kunjungan Ke Perbatasan Skouw

Kepala Biro Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua, Suzanna Wanggai

WUTUNG (PB) – Kepala Biro Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua, Suzanna Wanggai mengungkapkan, saat ini kunjungan wisatawan lokal masih mendomonasi kunjungan ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Skouw, Wutung Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

“Yang sangat tinggi orang berkunjung ke perbatasan justru dari kita turis lokal kita untuk yang datang berkunjung ke perbatasan. Terutama pada saat hari weekend, hari libur dan hari biasa sangat tinggi,” kata Susi kepada pers, Kamis (14/9) seraya memberikan gambaran pada kunjungan di hari Sabtu – Minggu sekitar 600 mobil bisa masuk ke wilayah perbatasan, seperti bus dan angkutan  lain yakni kendaraan roda dua dan roda empat.

“Memang saat ini kami sedang pelan – pelan untuk membenahi. Tentunya kita tidak sendiri tetapi duduk bersama – sama instansi terkait. Bagaimana kita bisa pelan – pelan menata ini dalam artian kunjungan ini, bagaimana kita harus tertibkan pos lintas batas ini,” harapnya.

Ia memberikan contoh untuk menertibkan seperti ada ID bagi pengunjung. “Karena bagaimanapun juga perbatasan kita antisipasi juga jangan sampai ada susupan lain – lain,” ujarnya mengingatkan.

Diketahui dari keterangan petugas Imigrasi Jayapura jika pada hari pasar di hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Jumlah pengunjung dari negara tetangga Papua Nugini bisa mencapai 1500 orang. Sedangkan untuk hari biasa mencapai 500 orang. “Kalau pada weekend atau di hari Sabtu jumlahnya bisa full mencapai 5000 orang,” terang salah seorang petugas Imigrasi.

Pembongkaran Pasar

Terkait rencana pembangunan fasilitas Mini Market, menurut Susi telah dilakukan proses pembongkaran. Dimana untuk Pos Lintas Batas Negara (PLBN) adalah pembongkaran tahap pertama yang telah selesai.

Sedangkan untuk area pasar merupakan pembongkaran tahap kedua.  “Tahap kedua adalah untuk pengembangan kawasan ekonomi, yang  saat ini sedang dibangun. Kita sekarang lihat itu adalah pedagang – pedagang kita yang sementara akan direlokasi di kios  – kios yang baru dibangun,” jelasnya.

Masih kata Susi, dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua sudah melihat para pedagang. Pihaknya juga telah mensosialisasikan kepada masyarakat atau pedagang pasar. Agar para pedagang ini  jangan kaget dengan adanya pembangunan ini. “Jadi kita sudah siapkan dengan pasar – pasar sementara. Saat ini sesuai dengan data Disperindag telah dibangun 300 los kios paska kebakaran, beberapa waktu lalu,” jelasnya. Rencananya akhir  tahun ini diharapkan sudah bisa selesai atau pertengahan tahun depan.

Sementara untuk Pasar Modern targetnya tahun 2018 selesai bagi Kawasan Pembangunan Ekonomi. “Sebab sudah ada master plannya dari Kementerian PU-Pera,” terangnya. (YMF/Ed-Fri)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *