PB PON Usul Atlet Papua Training Center di Australia

PB PON pertemuan dengan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua, Selasa (31/10/2017) di Kantor KONI Kompleks GOR Cenderawasih Jayapura.

JAYAPURA (PB) – Dalam rangka persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 di Papua, para atlet Papua diusulkan menjalani Training Centre (TC) di luar negeri. Para atlet yang akan berlatih di luar negeri itu adalah atlet peraih medali emas, perak dan perunggu pada PON  XIX Jawa Barat dan juga atlet dari Cabang Olahraga (Cabor) unggulan  Papua.

Rilis yang diterima redaksi melalui Humas KONI Papua, Ketua Harian Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB-PON) XX Papua, DR. Yunus Wonda, SH.MH saat pertemuan dengan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua, Selasa (31/10/2017) di Kantor KONI Kompleks GOR Cenderawasih Jayapura, mengusulkan atlet-atlet Papua latihan di Australia.

Menurut Yunus, di Australia fasilitas olahraga mereka lengkap. “Atlet yang TC disana adalah andalan yang berpotensi meraih medali atau cabor unggulan Papua,” ungkap Yunus didampingi pengurus KONI Papua, Benny Jensenem, Willem Karetji, George Weyasu dan Ule Latumahina.

TC juga digelar di dalam negeri dan dikhususkan bagi atlet-atlet dari Cabor nonunggulan. “Ada cabor dari PON ke PON dilaksanakan tidak pernah meraih medali. Cabor-cabor ini, atletnya nanti jalani latihan di dalam negeri,” ujarnya.

Yunus juga mendukung KONI Papua untuk segera mempersiapkan atlet guna menjalani latihan. Dia juga mendukung pembentukan tim elescoting untuk turun ke daerah-daerah menjaring bibit-bibit olahraga. “Dari hasil telescoting ini atlet-atlet yang terpilih dimasukkan ke pemusatan latihan atau TC diluar negeri. Waktu terus berjalan, kita sebagai tuan rumah harus benar-benar menyiapkan atlet untuk terjun di PON XX Tahun 2020. Sukses penyelenggara harus sukses juga prestasi,” tegas Yunus.

Ketua DPR Papua ini menyarankan agar atlet-atlet Papua difasilitas untuk mengikuti berbagai single iven seperti kejurnas dan lainnya. Sehingga Atlet Papua memiliki pengalaman bertanding yang mumpuni. “Hal ini penting sebagai uji coba bagi para atlet-atlet Papua. Khan semakain banyak jam terbang atlet, maka semakin baik menambah jam terbang atau pengalaman atlet sebelum terjun di PON XX Tahun 2020,” tutupnya.

Gandeng Maskapai Terbitkan Tiket Berlogo PON

Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB-PON) XX Papua dalam waktu dekat akan menindaklanjuti pertemuan dengan maskapai penerbangan yang melayani rute Papua untuk mendukung pelaksanaan PON di Bumi Cenderawasih. Dukungan dari meskapai penerbangan nasional itu bakal diwujudkan dengan diterbitkannya tiket berlogo PON XX.

Yunus Wonda mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan pimpinan meskapai penerbangan dan disepakati bersama untuk mendukung penyelenggaraan PON di Papua. “Kita sudah sepakat, semua pesawat yang masuk ke Papua dalam setiap tiket pesawat ditulis logo PON XX Tahun 2020. Saya sudah bicara dengan pihak penerbangan di Papua dan kita sudah sepakat semua tiket pesawat dimuat tulisan PON XX tahun 2020 sebagai bentuk sosialisasi PON kepada masyarakat di Indonesia,” terangnya.

Selain bertemu pimpinan maskapai, kata Yunus, pihaknya juga telah menjadwalkan untuk menggelar pertemuan dengan pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk membicarakan dukungan tekhnis pada iven olahraga empat tahunan tersebut.

“Sedangkan untuk dukungan akomodasi dan kebutuhan makan para atlet yang akan berlaga di PON Papua serta seluruh pesertanya, kita akan bertemu dengan pimpinan hotel dan restoran serta pihak-pihak swasta yang ada di Papua untuk membahas masalah ini,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Yunus Wonda mengatakan untuk menyukseskan penyelenggaraan PON XX, PB PON akan berkoordinasi dengan KONI Papua untuk menyiapkan seluruh kebutuhan tekhnis PON. “PB PON dan KONI Papua akan bekerjasama bersama seluruh BUMN, BUMD, dan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk menyukseskan penyelenggaran PON di Tanah Papua,” ungkap Ketua DPR Papua itu.

Sebelumnya, Ketua PHRI Papua memperkirakan kebutuhan akomodasi untuk menampung tamu, atlet, hingga kontingen pada PON XX tahun 2020 mencapai 6.000 kamar hotel. “Diprediksi butuh 6.000 kamar untuk penyelenggaraan PON 2020, dan kini masih diupayakan untuk memenuhinya,” ujar Ketua (PHRI) Provinsi Papua, Sahril Hasan di Jayapura. (YMF/Ed-Fri)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *