BPS Nilai Trans Papua Bantu Peningkatan Roda Perekonomian Masyarakat

Kepala BPS Provinsi Papua Simon Sapari didampingi Kepala Bidang Produksi BPS Provinsi Papua Beti Yayu Yuningsih dan Kepala Bidang Distribusi BPS Provinsi Papua, Bambang Ponco Aji.

JAYAPURA (PB) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua menilai pembangunan jalan Trans Papua mampu merangsang perekonomian di wilayah Bumi Cenderawasih.

Kepala BPS Provinsi Papua Simon Sapari, di Jayapura, Rabu (1/11/2017) , menjelaskan dengan adanya jalan Trans Papua yang merupakan pembangunan infrastruktur dapat membantu masyarakat menjalankan roda perekonomiannya. “Misalnya saja masyarakat yang menjadi petani, setelah didukung pemerintah dalam hal produksi tapi ketika tidak ada infrastruktur yang mendukung maka tidak dapat memasarkan hasil tanahnya,” katanya.

Menurut Simon, jika infrastruktur tidak memadai, maka masyarakat akan kesulitan untuk memasarkan hasil kebun atau tanahnya, harga jualnya pun menjadi lebih mahal karena biaya angkutnya melalui jalan yang sulit ditempuh. “Untuk itu, pembangunan jalan transPapua ini sungguh akan membantu perkembangan perekonomian di wilayah sekitarnya dan meningkatkan pula kesejahteraan masyarakatnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan BPS sendiri diakui belum melakukan pengecekan terhadap masyarakat dan perkembangan perekonomian di sekitar jalan transPapua, namun ke depannya hal ini akan menjadi salah satu agenda penting pihaknya. “Dengan pembangunan jalan Trans Papua ini akan mempengaruhi perekonomian masyarakat di sepanjang maupun sekitar infrastruktur tersebut,” katanya lagi.

Sekadar diketahui, berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), secara keseluruhan total panjang transPapua adalah 4.330,07 km, yang terdapat di Provinsi Papua dan Papua Barat.

 Deflasi Kota Jayapura Akibat Turunnya Harga  

Pada bulan Oktober 2017 kedua kota IHK di Provinsi Papua tercatat mengalami perubahan angka  indeks yang berbeda. Dimana Kota Jayapura mengalami deflasi sebesar 0,09 persen dan Merauke            mengalami inflasi  0,47persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) masing-masing sebesar 128,92 dan sebesar 132,13.

“Kota Jayapura menempati urutan ke-54 di tingkat nasional dan urutan keenam di tingkat Sulampua(Sulawesi, Maluku dan Papua), sedangkan Merauke menempati urutan kelima di tingkat nasionaldan urutan ketiga  di tingkat Sulampua,” terang Kepala BPS Provinsi Papua Simon Sapari didampingi Kepala Bidang Produksi BPS Provinsi Papua Beti Yayu Yuningsih dan Kepala Bidang Distribusi BPS  Provinsi Papua, Bambang Ponco Aji.

Inflasi tahun kalender di Kota Jayapura pada bulan Oktober sebesar 0,21 persen dan inflasi year on year (Oktober 2017 terhadap Oktober 2016) sebesar 1,74 persen. Inflasi tahun kalender Merauke di bulan Oktober 2017 sebesar 0,01 dan inflasi year on year (Oktober 2017 terhadap Oktober 2016) sebesar  1,07 persen.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Papua dengan menggunakan penghitungan dan tahun   dasar baru tahun   2012    (201 =100) hasil SBH 2012, di Kota Jayapura pada Oktober 2017 terjadi deflasi sebesar  0,09 persen atau terjadi penurunan angka  Indeks  Harga  Konsumen. (YMF/Ed-Fri)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *