Pekan Depan KONI Papua Seleksi Atlet Hadapi PON 2020

KONI Papua rapat bersama dengan Pengurus Besar (PB) PON di Sekretariat PB PON Hamadi Jayapura, Rabu (1/11/2017).

JAYAPURA (PB) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua melalui Tim Teknis dan Tim Panitia Pelaksana (Panpel) pekan depan menggelar seleksi bagi atlet Papua yang akan disiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Bumi Cenderawasih.

“Setelah melalui rapat pengurus KONI dan Tim penyusunan Panpel PON dan Tim Teknis KONI Papua kita sepakati seleksi  atlet akan  dilakukan tanggal 6 dan 10 November 2017,” kata Ketua Tim Teknis, Carol Renwarin didampingi Ketua Tim Panpel KONI Papua, Benny Jensenem usai rapat bersama dengan Pengurus Besar (PB) PON di Sekretariat PB PON Hamadi Jayapura, Rabu (1/11/2017).

Dari rilis yang diterima redaksi melalui Humas KONI Papua, menjelaskan seleksi  tahap pertama ini akan ditujukan bagi atlet-atlet peraih medali emas, perak dan perunggu pada PON XIX Bandung Jawa Barat, dan atlit dari Cabang Olahraga (Cabor) Unggulan serta para atlit yang berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) masing-masing Cabor, termasuk juga atlit-atlit muda berbakat yang tampil pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Semarang Jawa Tengah.

Ketua Tim Tekni KONI Papua, Carol Renwarin menjelaskan seleksi atlet akan dilaksanakan di dua tempat yakni di stadion Mandala dan di stadion Barnabas Youwe. Jadwal seleksi akan diumumkan lewat media cetak dan elektronik. “Kita akan undang semua atlet-atlet cabor untuk mengikuti test. Juga kita akan umumkan di koran dan Radio (RRI) sehingga diharapkan atlet-atlet dapat hadir mengikuti seleksi,” paparnya.

Selain di Jayapura, lanjut Carol, seleksi atlit juga akan digelar di kabupaten-kabupaten yang berada di enam wilayah adat yakni wilayah adat Mamta meliputi daerah Jayapura, Sarmi, Mamberamo Raya dan Keerom. Wilayah adat Saireri meliputi Biak Numfor, Supiori, Kepulauan Yapen, dan Waropen. Wilayah Ha Anim meliputi Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat. Wilayah adat  La Pago meliputi Jayawijaya, Lani Jaya, Pegunungan Bintang, Nduga, Yahukimo, Yalimo, Mamberamo Tengah, Puncak, Puncak Jaya, dan Tolikara. Dan wilayah adat Mee Pago meliputi Intan Jaya, Paniai, Deiyai, Nabire, Mimika, dan Dogiyai.

“Ada enam wilayah yang sudah kita petakan sebagai tempat ajang seleksi atlet. Jadi setelah selesai seleksi di kota dan kabupaten Jayapura, tim talen scouting (pemandu bakat) akan turun ke daerah-daerah,” ungkap Benny Jensenem.

Carol Renwarin dan Benny Jensenem memproyeksikan dengan dengan proses seleksi  maka pada awal tahun 2018, para atlet yang lolos seleksi dapat mengikuti Training Center (TC). “Atlet yang lolos seleksi  nanti akan mengikuti Training Center (TC). TC akan kita lakukan di Jayapura dan diluar Papua,” tambah Carol.

Sementara itu, Ketua Harian PB PON, DR. Yunus Wonda,SH,MH didampingi Sekretaris PB PON Papua, DR. Yusuf Yambe Yabdi, ST, MT disela-sela rapat meminta agar semua pengurus maupun Panpel dan Tim Teknisi bekerja lebih serius serta meminta dipersiapkan berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan Training Center (TC).

“Saya minta Tim Panpel dan Tim Teknis bekerja sesuai dengan kamar masing-masing sehingga apa yang kita harapkan dapat tercapai,” ujar Yusuf. Pada rapat tersebut juga dilaporkan perkembangan pembangunan stadion utama PON XX oleh  Manajer Perusahaan PP selaku kontraktor. (YMF/Ed-Fri)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *