Menkes: Petugas Kesehatan PON Akan Disesuikan Per Cabor

Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP.MH berjabatan tangan dengan Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, SpM (K) di Kantor Kemenkes, Rabu (31/10/2018) usai pertemuan.

JAKARTA (PB)—Di hari kedua Road Show PON XX Papua, Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH dan rombongan bertemu Menteri Kesehatan RI,  Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, SpM (K) di Kantor Kemenkes, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Gubernur Papua dan rombongan diterima langsung Menkes Nila Moeloek dan sejumlah staf sekitar Pukul 14:00 WIB. Turut mendampingi Lukas, Sekretaris Daerah Papua, T.E.A. Hery Dosinaen, S.IP.M.KP beserta sejumlah asisten dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Kepala Dinas Kesehatan Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes, serta Ketua DPR Papua, DR. Yunus Wonda, MH.

Usai pertemuan yang berlangsung selama 45 menit itu, Menkes Nila Moeloek kepada pers menjelaskan,  pertemuan ini adalah membahas tentang persiapan PON XX tahun 2020 di Papua. Menurut Nila, di ajang pesta akbar nasional itu, bisa mengangkat  Papua untuk lebih terbuka  secara nasional. Oleh karena itu, pihaknya dari Kementerian Kesehatan siap mendukung even tersebut.

“Hal yang kami bahas tadi ya tentang bagaimana dukungan bidang kesehatan pada penyelenggaraan PON. Dukungan itu bukan berupa hanya fisik saja. Tetapi juga bagaimana persiapan-persiapan SDM-nya. Kita juga harus memperhatikan kesehatan makanannya,  kesehatan lingkungannya itu juga harus diperhatikan,” kata Nila didampingi Kadinkes Papua, Aloysius Giyai.

Selain itu di pertemuan tersebut juga membicarakan terkait dukungan dari kabupatennya. Dimana dalam event ini venue nya akan berada di lima cluster di lima kabupaten yakni Biak Numfor  Mimika,  Jayawijaya,  Kabupaten Jayapura dan juga kota Jayapura. Dimana setiap claster tersebut harus ada tim medisnya.

“Contohnya tadi Biak. Saya bilang untuk apa dan dijelaskan untuk cabor selam. Nah kita harus berpikir bersama Kepala Dinas Kesehatan sarana kesehatan. Nantinya posko kesehatan itu seperti apa. Harus sesuai dengan jenis cabang olahraga. Jadi kita harus siap di situ. Nantinya, secara detail akan dibicarakan antara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua bersama Kementerian Kesehatan,” tutup Nila.

Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH dan rombongan berpose bersamma Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, SpM (K) di Kantor Kemenkes, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (31/10/2018).

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Papua drg. Aloysius Giyai, M.Kes per telpon mengatakan dirinya berterima kasih kepada Menteri Kesehatan yang sudah menyatakan kesiapannya dalam mendukung PON

“Kami akan bikin grand desain kesehatan tentang PON dan akan menyerahkan kepada Ibu Menkes bulan November. Di dalamnya kami akan lakukan inventarisir dan  pemetaan kebutuhan tenaga kesehatan per cabor dan cluster. Misalnya kalau di cabor selam dan tinju, tentu dokter spesialisnya beda. Jika tenaga kesehatan kurang, mungkin kita akan kontrak dengan provinsi terdekat seperti Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara. Tentu saja pemetaan itu juga soal anggaran. Mana anggaran yang ditanggung Pemerintah Pusat, mana Provinsi dan mana ditanggung Kabupaten,” kata Aloysius.

Kepala Dinas Kesehatan Papua drg. Aloysius Giyai, M.Kes

Menurut Aloysius, dalam upaya menghadapi PON, pihaknya juga akan berjuang agar RSUD Jayapura bisa lolos akreditasi dengan nilai paripurna. Sebab jika tidak, makan rumah sakit tersebut tak bisa menjadi fasilitas kesehatan rujukan tertinggi selama PON Papua dan akan dicari alternatif rumah sakit lain seperti RS Provita Jayapura.

“Tentu saja, hal rutin yang kami siapkan ya soal peningkatan penanganan kegawatdaruratan di cluster-cluster, di Puskesmas, hingga rumah sakit. Kami juga sedang bangun perumahan tenaga medis di Holtekamp dan akan dipakai perdana oleh para atlit atau petugas medis PON 2020 nanti,” tegas Aloysius.

Usai pertemuan dengan Menteri Kesehatan, rombongan Gubernur Papua Lukas Enembe bertolak menuju Kantor Bappenas di wilayah Menteng,  Jakarta Pusat. (Gusty Masan Raya/jul)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *