5 Kasus Positif Covid-19 Baru Ditemukan di Jayapura

Data perkembangan Covid-19 Provinsi Papua per 2 April 2020.

JAYAPURA (PB.COM)—Data jumlah pasien positif yang terpapar virus corona atau Covid-19 di Provisi Papua kian meningkat. Berdasarkan data infografis yang dikeluarkan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Papua per Kamis (02/04/2020) menunjukkan jumlah pasien positif bertambah 5 kasus  sehingga total menjadi 16 kasus, dimana 2 di antaranya sudah dinyatakan sembuh.

Sementara Pasien Dalam Pemantauan (PDP) turun dari 45 orang menjadi 42 orang, sedangkan Orang Dalam Pemantuan (ODP) berkurang dari 7152 menjadi 7040.

Adapun rincian daerah yang memiliki pasien positif yakni Kota Jayapura bertambah 3 orang atau dari 5 menjadi 9 orang (1 orang sembuh), Merauke 2 orang, Mimika 3 orang dan 2 kasus baru ditemukan di Kabupaten Jayapura.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jayapura, Khairul Lie, SKM.M.Kes memastikan bahwa dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Jayapura benar telah terkonfimasi positif terpapar virus corona. Dua warga yang telah dipastikan tersebut berdomisili di Distrik Sentani dan Doyo Baru Distrik Waibu.

Khairul Lie mengatakan, untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mengalami penurunan dari 387 menjadi 303. Sementara total PDP sebanyak 10 orng namun empat pasiebln dinyarakan negatif.

Menurut Khairul, pasien 01 di Kabupaten Jayapura memiliki riwayat perjalanan mengikuti kegiatan keagamaan di Makassar. Sementara pasien 02 berdomisili di Doyo Baru, Distrik Waibu, terpapar setelah melakukan kontak dengan saudaranya yang juga ikut kegiatan keagamaan di Makassar.

“Saudaranya ini tinggal di Sarmi, saudara dari pasien 02 ini, waktu pulang dari Makassar  sempat menginap dua hari di rumah pasien 02,” katanya kepada wartawan di Jayapura, Kamis (02/04/2020).

Khairul menjelaskan usai penetapan status dua pasien positif ini, tim Satgas pada Jumat (03/04/2020) akan melakukan penyelidikan epidemiologi untuk melakukan tracing, terutama jejak kontak penderita pertama dengan kontak keluarga dan tempat lainnya.

“Kemudian resiko tinggi adalah yang mereka yang satu kegiatan dengan penderita tersebut di Makassar. Kita akan lakukan tracing dan pemeriksaan,” ujar Khairul.

Selain itu, kelompok kontak erat dari penderita pertama, selama lima hari perjalanan berada di sentani telah tracing kemana saja dan ketemu siapa saja, termasuk petugas kesehatan yang pernah kontak dengan pasien. Termasuk teman temannya yang ikut kegiatan keagamaan di Makassar cukup banyak, ada sekitar 60 orang.

“Mereka ini sudah masuk dalam ODP (Orang Dalam Pemantauan) dari awal. Cuma mereka datangnya beda waktu. Kalau yang positif ini datang dari Makassar tanggal 25 ke Sentani, ada yang lebih dulu dan belakang, ini yang akan kita tracing semuanya,” jelasnya

Ia mengimbau, masyarakat harus lebih disiplin untuk berada di rumah, bekerja belajar dan beribadah di rumah, menjaga jarak, cuci tangan pakai sabun, serta hindari menyentuh wajah, mulut dan hidung jika tangan belum dicuci usai menyentuh barang. (Toding/Gusty)

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *