Satgas Covid Papua Siap Perbanyak Rapid Test dan Aktifkan TB-TCM

Juru Bicara Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)

JAYAPURA (PB.COM)—Sebanyak 11 kabupaten/kota di Provinsi Papua sudah terpapar Covid-19 Papua, dimana 5 wilayah adat atau pembangunan di Papua semuanya sudah terpapar. Melihat kondisi wilayah geografis di Papua yang luas dengan medan yang sulit, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, khususnya Bidang Medis akan mengambil dua langkah.

Juru Bicara Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K) saat memberi keterangan pers secara virtual dari Posko Satgas Covid-19 Provinsi Papua, Selasa (21/04/2020) mengatakan, selain terus mendorong dilakukan tracing guna menemukan kasus-kasus baru agar diperiksa sedini mungkin, ke depan akan dilakukan lebih banyak lagi tes massal melalui Rapid  Diagnostic Test (RDT) di seluruh Papua.

“Kemarin, sudah ada 5 ribu lebih alat rapid test yang baru tiba di Jayapura. Kita akan segera distribusi ke kabupaten/kota. Kami juga minta kabupaten/kota yang sudah melakukan rapid test agar segera melapor ke Satgas, sehingga jika ada yang positif, pihak Satgas akan turun mengambil sampel swab guna dilakukan test PCR di Litbangkes,” kata Sumule.

Kedua, Sumule mengakui kondisi geografis Papua yang luas dan medan yang sulit memang menjadi tantangan pengambilan sampel swab untuk dibawa ke Litbangkes Papua di Jayapura guna dites dengan Polymerase Chain Reaction (PCR).

Namun hingga kini, Satgas Covid Papua belum berencana untuk mendatangkan alat PCR untk disimpan di beberapa rumah sakit regional seperti di Merauke, Mimika, Biak, Nabire dan Wamena. Sebab, PCR adalah alat yang sangat canggih dan membutuhkan SDM mumpuni untuk mengoperasikannya.

“Tetapi kita punya opsi lain, setahu saya ada 11 alat Test Cepat Molekuler (TCM) di beberapa rumah sakit yang dapat dioptimalkan dalam pemeriksaan ini. Alat ini biasa digunakan untuk pemeriksaan pasien TBC yang resistensi terhadap obat. Namanya TB-TCM. Persoalannya, alat itu menggunakan cartridge. Kementerian Kesehatan sudah menyiapkan untuk kita di Papua sebanyak 1.500 cartridge, yang didatangkan dari Amerika, tetapi baru tiba di Jayapura minggu keempat bulan ini. Kita berharap dengan datangnya cartridge ini, rumah sakit yang punya alat TCM menggunakannya untuk memeriksa dan menemukan kasus sedini mungkin,” tegas Sumule.

Sebelumnya, Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan, pemerintah akan mulai melakukan pemeriksaan Covid-19 dengan menggunakan mesin TB-TCM. Mesin yang biasa digunakan dalam tes cepat molekuler untuk mendiagnosis tuberkolusis (TBC) ini akan membantu mempercepat diagnosa Covid-19.

“Kami dalam waktu dekat akan memanfaatkan mesin pemeriksaan TB-TCM yang selama ini sudah tergelar di lebih dari 132 rumah sakit dan kemudian di beberapa puskesmas yang terpilih. Untuk kita konversi agar mampu melaksanakan pemeriksaan Covid-19,” ujar Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Rabu (01/04/2020) sebagaimana dirilis kompas.com.

Berdasarkan data per Selasa (21/04/2020), jumlah warga di Provinsi Papua yang positif terpapar Covid-19 adalah sebanyak 119 orang, dimana 83 pasien sedang dirawat, 29 sembuh, dan 7 meninggal dunia. Sementara ada 107 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 3.175  Orang Dalam Pemantauan (ODP). (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *