Terapkan New Normal, Pemkab Dogiyai Tunggu Keputusan Bersama Para Bupati Wilayah Meepago

 

Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa

JAYAPURA (PB.COM) – Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa masih menunggu keputusan bersama para bupati di wilayah Meepago terkait penerapan new normal di wilayahnya yang termasuk salah satu dari 15 kabupaten yang sudah dianggap layak menerapkan new normal.

Kebijakan Pemerintah Pusat yang mulai menerapkan New Normal untuk 102 wilayah di Indonesia sejak pandemic Covid-19 melanda negeri ini tiga bulan lalu, termasuk di antaranya Kabupaten Dogiyai bersama 15 kabupaten lainnya di Provinsi Papua.

“Kemarin (4/6/2020-red) kan ada pertemuan para bupati/wali kota di Jayapura dan untuk Kabupaten Dogiyai nanti kita  masih menunggu pertemuan bersama para bupati Meepago pada hari Rabu (10/6/2020-red) di Nabire,” terang Yakobus, Senin (8/6/2020).

Nantinya, para Bupati se-wilayah Meepago di antaranya Bupati Nabire, Isias Douw, Bupati Deiyai Ateng Edowai, Bupati Paniai Meki Nawipa, Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni dan dirinya sendiri Bupati Dogiyai akan menggelar rapat bersama yang nantinya akan mengambil keputusan bersama untuk wilayah Meepago secara keseluruhan.

Ia mengatakan, dari 5 kabupaten di wilayah adat ini, Kabupaten Nabire masuk dalam zona merah di mana dari data Senin (8/6/2020) malam ini terdapat 19 kasus kumulatif positif, 8 pasien masih menjalani perawatan dan 11 orang sudah dinyatakan sembuh.  Sedangkan jumlah ODP sebanyak 66 orang.

“Zona merah Nabire itu justru berbahaya dan berpotensi terjadi penularan ke wilayah Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Intan Jaya. Karena itu kami sudah sepakat untuk tangani Covid secara bersama – sama di wilayah ini,” akunya.

Karena itu keputusan dan kebijakan yang berkaitan dengan penanganan covid-19 akan dilakukan bersama –  sama untuk seluruh kabupaten yang ada di wilayah Meepago.

“Berkaitan dengan itu nantinya pada hari Rabu kami akan mengambil keputusan bagaimana langkah – langkah selanjutnya yang berkaitan dengan penanganan covid-19. Jadi informasi yang lebih lengkap akan disampaikan,” janjinya.

Saat disinggung wilayahnya yang mana ada kampung dan distrik yang berbatasan langsung dengan wilayah Sukikai Selatan di bagian barat berbatasan dan dengan Kabupaten Kaimana, Papua Barat dan juga ada kampung dan  distrik  yang berbatasan dengan Kabupaten Mimika, jelasnya, wilayah-wilayah perbatasan itu masih ditutup semua dan masih dijaga dengan dibangunnya posko.

“Nanti lanjutannya seperti apa baru diputuskan setelah hari Rabu,” terang Bupati Yakobus yang juga Sekertaris Asosiasi para Bupati se-wilayah Adat Meepago. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *