UP2KP Bantu Salah Seorang Pasien OAP Dapat Layanan KPS

Staf UP2KP saat menerima pengaduan di kantor, Jalan Raya Abepura, Kotaraja Luar, Kota Jayapura, Jumat (02/07/2021).

 

JAYAPURA (PB.COM)—Keluarga dari salah seorang pasien Orang Asli Papua (OAP) bernama Paul Otniel Ohee  mendatangi Kantor Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) di  Jalan Raya Abepura, Kotaraja Luar, Kota Jayapura, Jumat (02/07/2021). Mereka meminta  lembaga pengawal kesehatan di Bumi Cenderawasih itu membantu si pasien mendapatkan pelayanan kesehatan gratis melalui Kartu Papua Sehat (KPS).

“Kasihan mereka awalnya cari kantor di alamat kantor UP2KP yang lama di Jalan Baru. Setelah ada ketemu orang baru diarahkan ke alamat kita yang baru di samping Pompa Bensin Kotaraja. Pasien itu tadi ada di IGD RSUD Jayapura. Tapi karena tak ada BPJS dan jaminan kesehatan lain, para perawat arahkan ke UP2KP,” ujar Staf UP2KP Bidang Pengaduan Hidayat Wairoy, SKM kepada papuabangkit.com melalui telepon selulernya, Jumat (02/07/2021) petang.

Menurut Dayat, setelah menerima pengaduan itu, dirinya langsung berkomunikasi dengan pihak RSUD Jayapura agar Paul bisa mendapatkan KPS. Sebab sebagai OAP, ia berhak mendapat pelayanan gratis itu.

“Sudah kami konfirmasi, pasien atas nama Paul sudah diterbitkan Kartu Papua Sehat. Tadi masih ditangani di IGD, sekarang mungkin sudah ke ruangan,” ujar Marthen Tabi SKM, Staf UP2KP, Jumat petang.

Sekedar diketahui, program layanan kesehatan gratis bagi Orang Asli Papua (OAP) bernama Kartu Papua Sehat (KPS) diluncurkan oleh Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH sejak Desember 2013. Program yang digagas mantan Kepala Dinas Kesehatan Papua drg. Aloysius Giyai,M.Kes ini terbukti sangat membantu menyelamatkan masyarakat kecil dan menjadi salah satu ikon keberhasilan di era LUKMEN.

Sayangnya, sejak 2020, status KPS menjadi tak jelas karena sedang dalam proses integrasi dengan JKN-KIS. Aloysius pun sudah berpindah tugas menjadi Direktur RSUD Jayapura. Banyak pimpinan fasilitas kesehatan, terutama direktur rumah sakit regional di empat wilayah regional merasa kecewa karena dengan hilangnya program ini, pelayanan bagi OAP menjadi bermasalah karena sumber pembiayaan yang dulu hilang.

“RSUD Jayapura merupakan satu-satunya fasilitas yang masih mempertahankan KPS. Kami dari UP2KP sangat mengapresiasi itu,” tegas Hidayat. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *