Anak Cucu Guru Perintis Asal Maluku Beri Bantuan Korban Banjir Jayapura

Ketua ACP Kota Jayapura, Aloysius Renwarin, SH.MH bersama sejumlah keluarga menyerahkan bantuan bahan makanan ke Asrama Nabire,  Minggu (23/01/2022)

JAYAPURA (PB.COM)—Organisasi Anak Cucu Perintis (ACP) yang merupakan kumpulan dari keluarga guru-guru Katolik perintis asal Maluku, menyerahkan bantuan berupa bahan makanan bagi sejumlah warga di pinggiran kali Kampwolker, Distrik Heram, Kota Jayapura.

“Hari Minggu kemarin, kami serahkan bantuan bahan makanan untuk Asrama Nabire. Ada beras, kompor, telur, dan mie instan. Bantuan yang sama juga kami berikan ke beberapa keluarga Paniai di pinggir kali Kampwolker. Musbiah kemarin, puluhan ekor babi mereka hanyut, jadi kita juga ada bantu mereka beberapa lembar seng,” ujar Ketua ACP Kota Jayapura, Aloysius Renwarin, SH.MH, Senin (24/01/2022).

Bantuan yang sama, kata Alo, diberikan juga kepada empat keluarga dan beberapa mahasiswa dari masayarakat Kamoro di pinggiran Kali Kampwolker pada Senin (24/01/2022). Bantuan diserahkan dan diterima oleh perwakilan keluarga di Kantor Law Firm Aloysius Renwarin & Partners, Perumnas 2, Waena.

Penyerahan bantuan kepada keluarga Kamoro diterima oleh perwakilandi Kantor Advokat Law Firm Aloysius Renwarin & Partners, Perumnas 2, Waena. , Senin (24/01/2022)

“Hanya sedikit yang kami berikan, tetapi sekiranya bisa membantu mereka yang tertimpa bencana sebagai bentuk kepedulian dan kasih kami kepada mereka,” tutur advokat kelahiran Kokonao, Mimika ini.

Menurut Aloysius, Anak Cucu Perintis (ACP) adalah organisasi resmi yang berpusat di Mimika, dimana di Kota Jayapura hanya sekitar 8 kepala keluarga. Organisasi ini menjadi wadah menjalin komunikasi sesama anak cucu dari para guru perintis asal Maluku yang masuk ke Papua tahun 1922-1962 dan mulai mengajar di Mimika dan sekitarnya.

“Kami akan terus membantu semampu kami bagi saudara-saudara yang berkekurangan. Kami juga berharap, dengan bencana banjir kemarin membuat semua kita saling peduli, baik antarsesama maupun alam lingkungan yang harus kita jaga,” tutupnya.

Sekedar diketahui, banjir yang melanda Kota Jayapura pada Kamis dini hari (07/01/2022), menyebabkan 8 korban jiwa melayang, dan ribuan rumah terendam. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.