Dua nama Calon Ketua DPD Demokrat Papua yang ditetapkan pada Musda IV Demokrat yakni Lukas Enembe, SIP.MH dan Ricky Ham Pagawak, SH.M.Si.

 

JAYAPURA (PB.COM)Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Papua telah sukses digelar pada Sabtu (19/03/2022) di Sunni Hotel Sentani. Namun siapa yang menjadi nahkoda partai berlambang mercy itu di Papua periode 2022-2027, masih menjadi teka-teki hingga kini. Ya dua nama: antara Lukas Enembe, SIP.MH (LE) atau Ricky Ham Pagawak, SH.M.Si (RHP).

Memang berdasarkan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (ART) Partai Demokrat hasil kongres 2020, di mana Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terpilih sebagai Ketua Umum Demokrat,  telah ditetapkan bahwa Musda hanya memilih calon Ketua DPD. Para calon yang maju menjadi Ketua DPD yang memenuhi verifikasi dan persyaratan, disahkan oleh forum lalu diajukan ke DPP Demokrat.

Demikian pun pada Musda IV Demokrat Papua kali ini, dimana forum telah resmi menetapkan LE dan RHP sebagai calon Ketua DPD untuk diajukan ke DPP. Selanjutnya, keduanya akan mengikuti tahapan berikut yakni uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) yang akan dilakukan oleh Ketua Umum, Sekjen, dan Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK).

Kepala Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK)  DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menegaskan Musda ke-IV Demokrat Papua telah menetapkan 2 nama calon Ketua DPD yaitu Lukas Enembe dan Ricky Ham Pagawak. Kedua nama ini akan dikirim ke DPP sesuai hasil verifikasi yang telah memenuhi syarat dan ditetapkan dalam forum Musda.

“Secepatnya dilakukan fit and proper test oleh tim 3 DPP, kita juga memberikan kesempatan para kandidat untuk mempersiapkan materi supaya disesuaikan dengan arah dan kebijakan partai demokrat di Provinsi Papua,” kata Herman kepada wartawan di Sentani, Sabtu (19/3/2022).

Herman mengapresiasi pelaksanaan Musda ke-IV Demokrat Papua tahun 2022 dapat berjalan dengan baik, lancar dan aman. Semuanya didasari bahwa pelaksanaan Musda ini adalah sebagai arena konsolidasi, harmonisasi dan rekonsiliasi internal partai. Setelah Musda, tentu semuanya sudah mencair dan membaur kembali untuk bekerja membangun Demokrat.

Lalu siapa yang bakal lebih berpeluang menahkodai Demokrat Papua 2022-2027? Apakah masih di tangan seorang LE yang sudah 15 tahun memimpin Demokrat dan membirukan langit Papua dengan berbagai torehan capaian kemenangan di berbagai pentas Pilkada dan Pileg?

Ataukah kader penerus LE sekelas RHP, Bupati Mamberamo Tengah dua periode yang selama ini menunjukkan militansi dan loyalitasnya membangun Demokrat Papua, yang terendus mulai rapuh di empat tahun terakhir?

Kita tunggu saja restu Cikeas. Sebab apapun ceritanya, peran Ketua Majelis Tinggi Partai yang juga pendiri Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, tentu masih besar dalam suksesi ini. Hajatan politik berskala nasional berupa Pileg, Pilkada Serentak, dan Pilpres 2024 sudah di depan mata. SBY dan sang Ketum AHY, bersama organ inti partai seperti Dewan Pertimbangan Partai, tentu akan memutuskan siapa yang lebih layak dari dua nama ini, untuk mengibarkan Demokrat di langit Bumi Cenderawasih.

RHP Optimis

Di hadapan ribuan pendukungnya, Calon Ketua DPD Demokrat Papua, Ricky Ham Pagawak atau akrab disapa RHP, usai Musda mengaku optimis akan mendapat restu DPP untuk menahkodai Demokrat Papua dengan modal dukungan 18 DPC Demokrat se-Papua. Apalagi, selama ini Ricky menegaskan, ia adalah kader militan Demokrat dan sangat loyal.

Calon Ketua DPD Demokrat Papua, Ricky Ham Pagawak memperlihatkan surat dukungan dari DPC kepada para simpatisan dan pendukungnya di pelataran Kantor Demokrat Papua saat deklarasi pada Rabu (09/03/2022).

 

“Saya terlalu yakin untuk itu. Saya bukan kader biasa, saya kader Demokrat tapi militan, jadi ada pangkat khusus di dalamnya. Saya mengukur diri saya, dan 18 dukungan DPC ini kan mendukung karena kinerja saya sebagai kader militan Demokrat. Militan itu lebih dan saya yakin DPP akan memutuskan berdasarkan hasil kerja, dan saya sangat optimis,” tegasnya.

Menurut Ricky, sebagai seorang kader partai dari awal dirinya juga menghormati kepemimpinan Lukas Enembe yang telah memimpin Demokrat Papua selama 3 periode atau 15 tahun lamanya. Maka ketika kelak dipercayakan, ia ingin melanjutkan prestasi dan pencapain LE untuk kembali membuat Demokrat tetap berjaya di Papua.

“Soal Fit and Proper Test  itu menjadi keputusan mutlak dan itu menjadi ukuran. Termasuk visi misi calon juga akan disampaikan saat fit and Proper test,” jelas RHP.

Pada kesempatan itu, RHP menyampaikan bahwa dukungan terhadap dirinya yang sebelumnya ada 19 DPC, kini berkurang 1 dan tersisa 18 DPC. Sebab DPC Dogiyai ternyata bermasalah.

“Ada oknum-oknum yang bermain untuk mengganti Ketua DPC-nya dan tanggal 10 mereka lakukan pergantian dan itu dilakukan di last minute,” katanya.

RHP mengaku telah melaporkan hal itu kepada BPOKK Partai Demokrat dan untuk DPC Kabupaten Dogiyai akan dikembalikan SK kepada Ketua sebelumnya. Ia  menguak ada pihak yang bermain belakang untuk menggantikan Ketua DPC Dogiyai, yang merupakan oknum dari DPD Partai Demokrat Papua.

“Oknum tersebut bermain tanpa melalui prosedur organisasi dengan maksud mencari keuntungan pribadi,” tegasnya. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box