14 Tahun Berdiri, Mamteng Jadi Salah Satu Kabupaten Paling Aman di Papua

Bupati Mamteng Ricky Ham Pagawak didampingi para Hamba Tuhan dan tokoh pemekaran Mamteng meniup lilin HUT Ke-14 Kabupateng Mamteng pada acara sederhana di Aula Bogo Kobakma, Selasa, 21 Juni 2022.

 

KOBAKMA (PB.COM)—Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng), Papua, menggelar acara syukuran sederhana atas HUT ke-14 kabupaten itu yang jatuh pada Selasa, 21 Juni 2022.

Giat yang digelar pada Selasa malam di Aula Bogo, Kobakma ini diawali dengan pengucapan syukur dengan Doa Pembukaan oleh Pdt. Thobias Pagawak serta pembacaan Firman Tuhan dan renungan oleh Pastor Donny Room yang bertemakan Hidup Ini Adalah Kesempatan.

Turut hadir, Forkompimda Kabupaten Mamteng, di antaranya Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf. Arif Budi Situmeang, Kajari Jayawijaya Salman SH, Ketua Pengadilan Negeri Wamena  Dedy Heriyanto, S.H, Ketua DPRD Mamteng Hengky Jikwa, Sekertaris Daerah Mamteng Mesir Jikwa, Anggota DPRD, Para ASN/OPD serta 277 CPNS formasi 2018 yang tepat dihari jadi menerima SK CPNS yang telah lama ditunggu.

Pada kesempatan itu, Bupati Mamteng Ricky Ham Pagawak, SH.M.Si  memotong kue ulang tahun dan diberikan pertama-tama kepada para pendiri kabupaten Mamteng dan sejumlah Hamba Tuhan. Kemudian, kepada Forkompimda Mamteng dan para Ketua Paguyuban Nusantara yang sudah lama berdinas di sana.

Menurut Bupati RHP, dari jasa para Hamba Tuhan yang sudah sepuh inilah, Mamteng yang berjuluk kabupaten biru ini dapat menjadi kabupaten hasil pemekaran dari Jayawijaya.

“Saya hadirkan mereka di sini karena saya mau katakan bahwa Kabupaten Mamberamo Tengah ini berbeda dengan kabupaten yang dimekarkan bersama di tahun 2008. Kabupaten ini hadir atas perjuangan para hamba Tuhan,” kata Bupati RHP.

Menurut Calon Ketua DPD Partai Demokrat Papua ini, Kabupaten Mamteng adalah kabupaten yang unik karena memang berbeda dengan tiga kabupaten lainnya yaitu Yalimo, Nduga dan Lanny Jaya, yang sama-sama dimekarkan di waktu yang sama dari kabupaten induk Jayawijya.

“Unik karena kabupaten ini didoakan dan direncanakan oleh gereja. Berkat pertolongan Tuhan yang memberikan berkat dan hasil doa ini kepada Gereja Injili Indonesia (GIDI) wilayah Bogo dan seterusnya memberikan mandat kepada Bapak terkasih, Bapak Ronny Pagawak dan teman-teman,” tegasnya.

Keunikan lainnya ialah di usianya yang ke-14 tahun ini,  di Mamteng tidak ada gangguan keamanan baik dari luar maupun dari dalam. Juga tidak ada gangguan keamanan antar PNS, CPNS antar keluarga nusantara, antar suku di dalam kabupaten maupun antar keluarga dari wilayah adat yang hidup di Kabupaten Mamberamo Tengah.

“Ini bisa terjadi karena kabupaten ini jelas milik Tuhan Yesus Kristus,” tutur RHP.

Acara syukuran ini dirangkaikan juga  dengan penyerahan SK CPNS Formasi tahun 2018 dan Gaji di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah bagi 277 CPNS Formasi 2018. Pada kesempatan itu, prosesi penyerahan SK itu dilakukan secara simbolis kepada 35 CPNS dari berbagai suku, baik Orang Asli Papua (OAP) maupun non OAP.

Sekedar diketahui Kabupaten Mamberamo Tengah adalah dibentuk pada tanggal 4 Januari 2008 berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2008, bersama-sama dengan pembentukan 5 kabupaten lainnya di Papua. Peresmiannya dilakukan oleh Mendagri Mardiyanto pada tanggal 21 Juni 2008. Kabupaten ini dimekarkan dari Kabupaten Jayawijaya dengan jumlah penduduk berdasarkan data BPS sebanyak 48.201 jiwa.

Kabupataen ini masuk wilayah adat La Pago terdiri dari kabupaten-kabupaten yang ada di wilayah pegunungan tengah sisi timur, yaitu Kabupaten Jayawijaya, Pegunungan Bintang, Lanny Jaya, Tolikara, Nduga, Puncak Jaya, Yalimo, Yahukimo dan Kabupaten Puncak. (Gusty/Humas Mamteng)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.