Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Bintang, Oktovian Geraldus Bidana, S.Pd,.M.Pd.

JAYAPURA (PB.COM)–Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang menaruh harapan besar kepada Dr. Yumius Taplo, S.Pd.,M.Pd yang hari ini telah meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura. Dengan gelar doctor pertama, Yumius diharapkan bisa memperkuat Universitas Okmin Papua yang didirikan oleh Pemda Pegunungan Bintang.

Harapan ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Bintang, Octoviaen Geraldus Bidana, S.Pd,.MPA, usai ujian Promosi Doktor Yumius Okmiun, Rabu (3/7/2024) di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Uncen.

Kepada wartawan, Kadis Gerald mengatakan, sebagai keluarga tetapi juga sebagai pemerintah pihaknya sangat mengapresiasi proses yang sudah dilalui Yumius. Ia mengungkapkan, awalnya Yumius mengambil keputusan sendiri mendaftarkan diri di Uncen untuk program S2. Namun setelah berkomunikasi, pihaknya mendukung dan bahkan meminta untuk jangan pulang setelah menyelesaikan S2, tetapi langsung melanjutkan ke S3.

“Selama berproses, kami dukung. Sebelumnya saya di Badan Pengembangan SDM, kami pemerintah mengeluarkan dana untuk beliau. Lalu kemudian OPD kami berganti menjadi Badan Riset dan Inovasi Daerah, saya kepala badan. Kami anggarkan, dengan maksud supaya hal-hal teknis untuk menunjang pendidikan dan sehari-hari bisa teratasi,” jelasnya.

Foto bersama Dr. Yumius Taplo, S.Pd., M.Pd

Sebagai doktor pertama anak asli Pegunungan Bintang, kata Kadis Gerald, ia bersama masyarakat Pegunungan Bintang sudah mengetahui pada saat ujian doktoral secara tertutup karena informasi ini sudah tersebar. “Bupati juga sudah mengumumkan secara resmi, kita akan memiliki doktor pertama. Itu kebanggan pemerintah daerah juga masyarakat Pegunungan Bintang,” kata Gerald.

Ia berharap dalam satu atau dua tahun kemudian, akan menyusul doctor-doktor lain dari Uncen ini. Saat ini, kata dia, ada tujuh kandidat doktor yang tersebar di Universitas Airlangga, Universitas Teknologi Surabaya, ada juga di USA, New Zealand dan untuk teologia ada satu mahasiswa di Jogja dan ia sendiri di juga sedang mengambil program doktor di Filipina.

“Ini program prioritas dari Bupati Spey Bidana dalam tiga tahun. Sekali pun tiga tahun, tetapi digenjot harus siapkan doktor, karena kami di sana ada buka Universitas Okmin. Dan pak Yumius juga doktor pertama yang akan menghandel universitas itu,” jelasnya.

Di tahun 2024 ini, jelas Gerald lebih lanjut, ada lebih dari 3000 mahasiswa yang didorong untuk menyelesaikan pendidikan. Spesialis kesehatan ada 100 lebih, kemudian calon guru juga ada 100 lebih di UKSW Jawa Tengah. Untuk satuan pendidikan dasar ada sekitar 70 siswa di Seminari Sorong, 100 lagi ada di sekolah Prof. Yohanes Surya. “Yang lainnya di Kalimantan, Sumatera dan Jogja,” ucapnya.

Jumlah ribuan mahasiswa ini, menurut Gerald, hampir 100 persen dibiayai pemerintah Pegunungan Bintang dengan program Beasiswa Bantuan Studi. “Ini program prioritas pak Bupati Spey Bidana. Sekarang kami di dinas pendidikan, pak Yumius ini begitu selesai kembali ke daerah. Apakah akan perkuat Dinas Pendidikan atau tetap di Badan Riset dan Inovasi Daerah. Namun besar harapan kami beliau perkuat di  Universitas Okmin,” tambah Gerald.

Lanjutnya, untuk tahun ini, ada sejumlah mahasiswa yang nanti  akan tamat. Untuk S2 yang sedang selesaikan Skripsi di seluruh Indonesia ada sekitar 30 orang. “Mereka ini nanti kami akan seleksi. Begitu S2 selesai, kami kerjasama dengan Uncen dan universitas lain akan melakukan seleksi dan didorong untuk mengambil program doktor.”

Jadi mulai tahun 2024 hingga tahun 2026, kata dia, pun kalau pemerintahan saat ini masih berlanjut maka program ini bisa berlanjut hingga 10 tahun. “Bebannya adalah kami siapkan kampus dan kami mau memastikan bahwa kampus itu untuk mahasiswa daerah sehingga tidak keluar Pegunungan Bintang. Kami harus sSiapkan dosen dan rata-rata doctoral orang asli Papua itu kalau sudah siap, mengapa tidak. Dan juga untuk keluar daerah banyak dana yang harus keluar,” tandasnya. (Frida Adriana)

Facebook Comments Box