
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang
JAKARTA (PB.COM) – Upaya menjaga stabilitas keamanan di Papua terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, melibatkan lembaga pertahanan, tokoh masyarakat, hingga institusi penegak hukum.
Di tengah dinamika sosial dan politik yang rentan dimanfaatkan oleh kelompok separatis, strategi keamanan berbasis rekonsiliasi menjadi fokus utama guna memastikan Papua tetap aman dan damai dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, menegaskan bahwa narasi pemisahan diri oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) tidak hanya menyesatkan secara hukum, tetapi juga berpotensi memecah belah masyarakat.
“Narasi separatis justru menjadi pemicu persoalan. Papua merupakan bagian sah dari Indonesia dan telah diakui secara internasional sebagai wilayah yang terintegrasi,” tegas Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/4).
Dalam konteks sosial, keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor kunci dalam menjaga situasi tetap kondusif. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Daerah Pemilihan Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat mengganggu ketentraman.
“Keamanan Papua hanya bisa dicapai jika seluruh masyarakat menolak provokasi dan kekerasan. Solidaritas dan kesadaran kolektif sangat penting dalam menjaga kedamaian,” ujarnya.
Pemerintah pusat juga terus mendorong pendekatan yang lebih humanis dan dialogis. Direktur Jenderal Instrumen dan Penguatan HAM Kementerian Hukum dan HAM, Nickolay Aprilindo, menegaskan pentingnya langkah-langkah damai yang berkelanjutan dalam penyelesaian persoalan Papua.
“Penyelesaian persoalan Papua tidak cukup hanya dengan pendekatan keamanan. Rekonsiliasi menjadi solusi utama untuk menciptakan keamanan yang kokoh dan adil,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat, Judson Ferdinandus Waprak, menyampaikan bahwa masyarakat kini semakin waspada terhadap upaya provokasi dan lebih berkomitmen terhadap perdamaian.
“Situasi di Papua Barat saat ini aman dan kondusif. Masyarakat menunjukkan sikap dewasa dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi separatis yang tidak mencerminkan kehendak mayoritas,” tutupnya.
Melalui strategi keamanan yang terintegrasi, berpihak pada masyarakat, serta mengedepankan pendekatan damai, pemerintah dan seluruh elemen bangsa terus mengawal terciptanya Papua yang stabil, aman, dan sejahtera. (ADM)

































