Ketua adat suku Ansus di Jayapura, Yotam Ayomi, didampingi Nanci Karolin Worabay dan F Aronggear menyerahkan pernyataan sikap kepada BTM.

JAYAPURA (PB.COM) – Masyarakat asal Ansus, Kabupaten Kepulauan Yapen yang bermukim di Kota Jayapura dan sekitarnya, menyatakan sikap tegas untuk tetap mendukung Benhur Tomi Mano (BTM) sebagai calon Gubernur Papua dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua yang akan digelar pada tanggal 6 Agustus nanti.

Penegasan ini menyusul adanya sejumlah informasi menyesatkan yang menyebut Masyarakat Ansus tak lagi mendukung BTM, usai tokoh besar mereka, Yermias Bisai yang sebelumya sebegai Calon Wakil Gubernur bersama BTM telah didiskualifikasi Mahkamah Konstitusi.

Hal tersebut terungkap saat BTM memenuhi undangan pertemuan bersama Masyarakat Ansus di Dok 9, Kota Jayapura, Minggu (18/05/2025) petang.

Pertemuan yang juga dihadiri dan diinisiasi tokoh Perempuan asal Ansus, Nanci Karolin Worabay yang kini menjabat Ketua DPR kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Ketua adat suku Ansus di Jayapura, Yotam Ayomi, mengaku sangat gembira BTM bisa meluangkan waktu dan hadir bersama mereka.

“ini bukti kepedulian dan rendah hati pak BTM sehingga beliau bisa hadir disini. Kehadiran bapak adalah Kebahagiaan kami ini. Kami bangga dan bersukacita hari ini BTM hadir didampingi Srikandi kami Nanci Karolin Worabay,” ujarnya.

“kami sejak awal solid mendukung BTM sebagai Gubernur. Sejak berpasangan dengan Yermias Bisai dan kini dengan pak Constant Karma. Karena BTM adalah anak Tabi pemilik negeri ini. Sudah terbukti memimpin daerah. Bukan mau coba-coba,” lanjut Yotam yang juga mantan Ketua DPRD Kepulauan Yapen itu.

Senada Ketua RW 7 Kelurahan Imbi, F Aronggear yang tak menampik jika selama dua periode menjadi Wali Kota Jayapura, BTM telah membuktikan diri melayani Masyarakat dan membangun daerah.

“Saya mau sampaikan. Jembatan kita disebelah itu. Dahulu hanya kayu, sekarang sudah dibuat dengan Beton itu karya BTM saat Wali Kota,” kenangnya.

Sementara Srikandi asal Ansus, Nancy Karolin Worabay menuturkan, sebagai seorang politisi asal PDIP, sangat mengenal sosok BTM. Sehingga dia tak ragu mensosialisasaikan kepada Masyarakat agar memilih orang yang kini menjabat sebagai Ketua PDIP Papua itu sebagai Gubernur.

“Pak BTM ini seorang pamong asli yang sangat mengerti pemerintahan. Apalagi sudah terbukti dan teruji. Momen saya berada di Jayapura ini, maka saya ingin sampaikan itu pada keluargaku semua. Saudaraku semua tinggal disini, di tana Tabi, Saya akan pulang ke Nabire tapi bapak BTM ada disini,” tegasnya.

Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dalam kesempatan itu mengaku sangat bersyukur mendapatkan undangan dan bisa hadir bersama keluarga asal Ansus di Jayapura.

BTM tak menampik kekecewaannya saat Yermias Bisai selaku cawagub yang bersama sebelumnya harus didiskualifikasi MK hanya dengan alasan sepele.

“Terimakasih banyak atas undangan Ketua DPRD Nabire dan keluarga besar Ansus. Yang pertama mohon maaf. Seharusnya saya dan pak YB sudah menjadi gubernur dan Wagub Papua. Tapi Tuhan berkehendak lain. Saya dan pak YB tetap saling mendukung. Dan Cawagub saya kini, pak Constant Karma adalah orang yang direkomendasikan pada YB kepada saya,” urai BTM.

BTM dalam kesempatan itu juga menuturkan sejumlah komitmennya bersama YB kala itu, diantaranya ada pemekaran provinsi Papua Utara dan sejumlah daerah otonom baru laiinya. Dan hal itu akan tetap dilakukan.

Tak lupa BTM mengajak semua keluarga besar Ansus untuk datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya saat PSU nanti. Agar, jangan sampai surat suara itu disalahgunakan.

“dan kewajiban kita bersama mengawal suara calon pilihan kita. Kalau ada pelanggaran jangan takut foto dan videokan. Pilkada adalah pesta rakyat. Jangan ada intimidasi dari siapapun. Silahkan memilih sesuai hati Nurani anda,” ungkap BTM.

Komitmen dukungan Masyarakat asal Ansus, Kabupaten Kepulauan Yapen yang bermukim di Kota Jayapura dan sekitarnya, disampaikan juga secara tertulis kepada BTM.

Dalam pembacaan dukungan itu, Terdapat sejumlah harapan mereka yang antara lain, pembentukan provinsi Papua Utara, adanya SDM asal Ansus untuk menduduki jabatan di OPD di provinsi Papua.

Sebelum meninggalkan Lokasi BTM juga menyempatkan diri berbelanja, membeli sirih, pinang dan sejumlah barang lainnya dari sejumlah mama-mama Papua yang sedang berjualan. (ADM)

 

Facebook Comments Box