JAYAPURA (PB.COM) – Masyarakat adat dari Wilayah Mepago dan Lapago yang berdomisili di Kota Jayapura akan menggelar deklarasi dukungan terhadap pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK). Rencana acara tersebut akan berlangsung di Lapangan Karang PTC Entrop, Jayapura, Papua.
Deklarasi tersebut akan diwarnai dengan prosesi adat Bakar Batu, yang merupakan bagian dari budaya dan tradisi masyarakat adat Mepago dan Lapago.
Informasi ini disampaikan oleh Relawan Mepago-Lapago usai melakukan audiensi dengan Benhur Tomi Mano di kediamannya, Rabu (28/5/2025).
Dalam pertemuan tersebut, relawan menyampaikan komitmen penuh untuk mendukung pasangan BTM-CK di Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Papua.
“Agenda Bakar Batu ini merupakan simbol dari budaya dan adat istiadat masyarakat Lapago dan Mepago. Kami pastikan ribuan warga akan hadir memenuhi Lapangan Karang PTC,” ungkap Jimi Wonda perwakilan relawan dalam pertemuan itu.
Wonda menyampaikan, pilkada kemarin dukungan Masyarakat Mepago-Lapago terpecah. Namun di PSU nanti, semuanya akan bersatu untuk BTM-CK.
“Pada prinsipnya kami anak muda dari Mepago-Lapago sekaran sudah bersatu, nanti saat deklarasi kami smua akan hadir memberikan bukti bahwa kami pemuda Mepago-Lapago ada di dini (Papua red),” tegasnya.
Sementara itu Wakil Kepala Suku Besar Wilayah Mepago di Wilayah Mamta Jayapura, Rufus Muyapa, turut menegaskan bahwa dukungan yang diberikan merupakan hasil dari pertimbangan hati nurani masyarakat.
“Dukungan ini datang dari hati. Kami melihat BTM-CK adalah pemimpin dengan rekam jejak nyata dan visi yang jelas untuk Papua. Karena itu, masyarakat Mepago dan Lapago bulatkan tekad untuk memilih pasangan nomor urut 01 di PSU nanti,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pada Pilkada sebelumnya, masyarakat Mepago dan Lapago telah memberikan dukungan penuh kepada BTM. Dan pada PSU kali ini, komitmen tersebut tidak berubah.
“Tidak perlu undangan lagi. Suara yang kemarin kami berikan kepada BTM, akan kami berikan lagi. Bahkan kami akan ajak lebih banyak orang untuk ikut memilih BTM-CK,” ujarnya.
Rufus menambahkan, bahwa pilihan masyarakat bukan karena tekanan atau iming-iming politik, melainkan berdasarkan keyakinan terhadap visi dan misi BTM-CK. Ia berharap PSU ini tidak disia-siakan karena adanya godaan politik dari pihak manapun.
“Kami hanya punya satu ibu yang melahirkan kami, begitu juga pilihan politik kami, satu hati untuk BTM. Jangan undang dosa dengan berpaling dari komitmen awal,” ujarnya. (ADM)








































