Ketua I, Ikatan Keluarga Flobamora Papua melantik pengurus tingkat kabupaten Mamberamo Raya

KASONAWEJA (PB.COM) – Kepengurusan Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) Nusa Tenggara (NTT) Kabupaten Mamberamo Raya, periode 2025-2030 secara resmi terbentuk dan dilantik oleh Ketua I Flobamora Papua, Kristina Luluporo Mano, serta wakilnya Theresia Tobi, Jumat (20/06/2025) malam.

Momentum pelantikan yang mengambil tempat di aula kantor BPBD Mamberamo Raya itu kian spesial karena dihadiri langsung salah satu Penasehat kerukunan yakni Benhur Tomi Mano alias BTM.

Matius dipercaya menahkodai Kerukunan Flobamora kabupaten Mamberamo Raya, menggantikan ketua sebelumnya Daniel Duran.

Ketua 1 Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) Provinsi Papua, Kristina Luluporo Mano disela pelantikan mengingatkan kepada seluruh pengurus IKF Mamberamo Raya yang baru dilantik agar benar-benar bekerja sesuai aturan dasar dan rumah tangga yang berlaku.

“Wajib melaporkan keberadaan organisasi kepada pemerintah daerah setempat. Dan selalu ikut menyukseskan program pemerinyah serta yang terpenting adalah melayani dan memperhatikan setiap anggota kerukunan,” jelas Kristina Luluporo Mano.

Sementara Penasihat IKF Papua, Benhur Tomi Mano (BTM) yang juga dikenal sebagai Calon Gubernur Papua nomor urut 1, dalam sambutannya mengatakan, tak ada yang menyangka sejak awal jika masyarakat asal NTT yang hadir itu bisa merantau hingga Mamberamo Raya.

“Tak pernah ada yang menyangka jika saudaraku semua bisa merantau sampai ke Mamberamo Raya ini. Kita tidak tahu maksud Tuhan. Saya ingin mengutip Firman Tuhan yang berbunyi “Dimana kamu Aku buang, Berdoalah untuk kota itu”. Artinya ada maksud Tuhan dalam hidup kita. Maka jadilah orang yang berguna bagi sesama,” pesannya.

BTM juga mengingatkan kepada ketua IKF Mamberamo Raya, bahwa mengurusi organisasi kerukunan keluarga adalah murni kerja sosial, dan dituntut untuk dengan penuh tanggung jawab melaksanakannya.

“Ketua IKF Mamberamo Raya agar wajib mendata berapa banyak orang NTT yang ada di Mamberamo Raya. Ini sangat penting agar mengetahui sebaran serta bisa melihat kondisi mereka. Misalnya mengunjungi jika ada yang sakit atau bahkan meninggal dunia,” pinta BTM.

Jangan pernah melupakan budaya meski sudah diperantauan. Dan yang paling penting juga adalah pesan dan contoh yang diberikan tokoh besar orang Papua yakni Almarhum Theis Eluay yakni bertemanlah dengan mereka sebagai sahabat dan saudara. Ibaratnya dimana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung,” cetus BTM.

Dalam kesempatan itu, BTM juga menitipkan Keluarga Besar IKF Mamberamo Raya kepada Ketua Dewan Adat Mamberamo Raya, Albert Bilasi yang juga hadir dalam acara tersebut.

“Saya titip keluarga besar saya. Mereka semua keluarga dan ipar saya. Tolong jaga dan hidup dengan harmonis. Bapak melihat dan menjaga mereka sama seperti menjaga saya,” pungkas BTM. (ADM)

 

Facebook Comments Box