Ibadah Perayaan Natal GIDI Jemaat Eden, Selasa (23/12/2025) menghadirkan Hamba Tuhan Markus Medlama yang memberitakan Firman Tuhan,dengan tema. “Natal Membawa Sukacita Besar”.

JAYAPURA (PB.COM) – Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Jemaat Eden Klasis Port Numbay merayakan Natal Jemaat, Selasa (23/12/2025) sore dengan tema, “Natal Membawa Sukacita” (Lukas 2:10-11).

Hamba Tuhan yang memberitakan Firman Tuhan dalam perayaan Natal sore itu adalah Markus Medlama, seorang pengajar Sekolah Tinggi Teologia (STT) GIDI. Sesuai tema Natal, ia membahas Lukas 2:10-11, “Lalu kata malaikat itu kepada mereka: Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.”

Malaikat menemui para gembala karena ada berita penting yang harus disampaikan. Kata Markus, para gembala adalah orang-orang sederhana yang tugasnya adalah menggembalakan ternak. Dalam konteks ini,  sangat tidak mungkin berita besar ini datang kepada para gembala. “Seharusnya berita itu disampaikan kepada kaisar atau raja. Tetapi faktanya, berita itu disampaikan kepada gembala dan berita itu adalah berita sukacita besar,” ujar Markus.

Dalam ayat 10 injil Lukas itu, “Kata malaikat, jangan takut”.  Ia menjelaskan, saat malaikat datang, mereka ketakutan dan itu beralasan karena situasi pada saat itu adalah masa-masa penantian. Malaikat harus memastikan bahwa mereka tidak takut, supaya berita sukacita itu tersampaikan.

Kata malaikat, “Sebab sesungguhnya aku memberitakan kesukaan yang besar”, menurut Markus ada tawaran yang disampaikan oleh malaikat yaitu akan menerima sukacita besar.

“Dan sukacita itu harus disampaikan kepada seluruh bangsa. Ini menandakan  sukacita itu tidak hanya untuk bangsa Israel, orang Yahudi, tetapi semua orang dari segala suku bangsa di dunia,” terangnya.

Di ayat 11: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan”, menurut Markus, Juruselamat dalam konteks pada saat itu adalah seorang raja. Dan penulis Lukas mau sampaikan bahwa Kristus, Tuhan, adalah Juruselamat yang dinanti-nantikan oleh umat manusia.

Markus menyampaikan pesan Natal untuk jemaat Eden. “Sebagai orang percaya, orang yang hidup di dalam Kristus, sukacita itu tidak boleh hilang,” harapnya.

Ia mengatakan, para gembala itu adalah para penginjil pertama yang mewartakan tentang kehadiran Kristus sang Juruselamat. “Karena ketika mereka telah menerima kabar sukacita itu, mereka membagikan kepada orang lain, sehingga orang lain merasakan sukacita yang sama dan tersiar ke segala bangsa,” kata Markus kemudian.

Ibadah Natal ini diisi dengan pujian penyembahan, puji-pujian yang dibawakan oleh anak-anak sekolah disertai fragmen singkat, pujian dari bapak-bapak kader GIDI Jemaat Eden dan puji-pujian dari Highland Praise Papua Pegunungan.

Penanggungjawab Jemaat Eden, Yarius Balingga, SE, usai ibadah mengatakan, Natal jemaat ini pihaknya tidak hanya mengundang jemaat Eden saja, tetapi juga dari beberapa denominasi gereja turut hadir, merasakan sukacita Natal bersama.

“Pesan Natal dari Jemaat Eden, khususnya generasi muda dan kader-kader gereja, di momen Natal ini kebersamaan harus ditingkatkan, iman dan kualitas diri harus dijaga. Di malam kudus, hingga Natal 25 Desember, harus menjaga diri, jauhi hal-hal yang tidak diinginkan karena gereja melarang, pemerintah juga larang,” kata Yarius.

Ibadah Natal ini dihadiri oleh Presiden GIDI, Pdt. Usman Kobak yang dalam ibadah memberikan doa berkat kepada jemaat, Wakil Presiden GIDI yang juga Ketua Jemaat Eden, Pdt. Reinhard Ohee, kader GIDI Jemaat Eden, Ariyanto Kogoya.  Ibadah Natal diakhiri dengan jamuan makan bersama dan dihibur lagu-lagu pujian dari Highland Praise Papua. Jemaat bersukacita dan menari bersama. (Frida Adriana)

Facebook Comments Box