
Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Jemaat Eden Entrop Klasis Port Numbay beribadah Natal, Kamis (25/12/2025) dengan penuh sukacita.
JAYAPURA (PB.COM) – Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Jemaat Eden Entrop Klasis Port Numbay beribadah Natal, Kamis (25/12/2025) dengan penuh sukacita dan ada ruang kesaksian dari beberapa anggota jemaat yang merasakan kasih dan mujizat Tuhan dalam kehidupan mereka.

Dalam ibadah Natal, Kamis pagi itu, hadir Presiden GIDI, Pdt. Usman Kobak, S.Th yang memberitakan Firman Tuhan sesuai tema Natal GIDI, “Natal Membawa Sukacita” (Lukas 2:10-11) dan subtema, “Melalui Momen Natal, Jemaat GIDI Eden Hidup Dalam Sukacita Sepanjang Masa”.

Puji-pujian kidung Natal yang dipandu Yarius Balingga sebagai Worship Leader (pemimpin pujian) sangat menghidupkan suasana ibadah. Lagu-lagu berbahasa daerah dari suku-suku di Papua juga dinyanyikan, bahkan ada lagu Natal yang dinyanyikan jemaat adalah lagu ciptaan Yarius Balingga.
Sebelum berita Firman Tuhan disampaikan, ruang kesaksian diisi oleh beberapa jemaat yang bersaksi tentang kehidupan mereka yang sembuh dari sakit penyakit karena penyertaan Tuhan yang begitu ajaib dan sempurna.

Salah satu jemaat yang adalah putri Gembala Jemaat Eden, Pdt. Reinhard Ohee, dalam kesaksiannya mengatakan, di Natal tahun 2024 lalu ia tidak bisa beribadah Natal di gereja karena terbaring lemah di tempat tidur. Tetapi ia tidak kehilangan harapan. Tetap berharap mengandalkan Tuhan, kakinya yang mengalami kecelakaan Tuhan pulihkan. Menjadi satu sukacita luar biasa, Natal tahun ini ia bisa ke gereja, mengikuti ibadah Natal. Sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan, ia sekeluarga menyanyikan pujian dalam bahasa Sentani tentang kebaikan Tuhan.
Sesuai tema, Pdt. Usman Kobak dalam kotbah Natal menyampaikan bahwa berita kelahiran Yesus ini telah dinubuatkan berabad-abad sebelumnya. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, Allah memutuskan bahwa manusia tidak dapat lagi berkomunikasi langsung dengan Allah. Dan keputusan Allah itu mutlak, tidak dapat diganggu gugat.

“Namun dalam perjalanan waktu, Allah meninjau kembali keputusannya dengan memberikan Anak-Nya lahir ke dalam dunia supaya hubungan Allah dengan manusia dipulihkan melalui Yesus Kristus,” kata Pdt. Usman.
Di dalam Injil Lukas, saat-saat menjelang kelahiran Yesus, Malaikat datang kepada para gembala di padang untuk menyampaikan berita yang sangat penting itu, yaitu berita sukacita besar. Di sini, Tuhan Allah mengambil keputusan universal yang bersifat internasional, berlaku untuk seluruh dunia: menghadirkan Yesus Kristus.

“Manusia dibebaskan dari hukuman kekal yang dijatuhkan oleh Allah sendiri, melalui kelahiran Yesus Kristus,” ujarnya. Keputusan Allah ini terdapat dalam Kitab Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”. Kasih Allah adalah Kasih Agape, kasih yang tidak menuntut balasan.
Menurut Pdt. Usman, satu hari ini (Natal) sangat penting. “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” Kelahiran Kristus ini menjadi titik balik hubungan manusia dengan Allah terhubung kembali. Hukuman kekal diputuskan, orang-orang percaya diselamatkan.

“Karena itu, pastikan bahwa ini adalah hari lahir baru. Hari Natal ini tidak menjadi hari yang biasa-biasa saja, sebagaimana perayaan rutinitas tiap tahun tetapi menjadi momen evaluasi diri,” harap Pdt. Usman. Ia menyerukan pertobatan kepada umat GIDI Jemaat Eden dan menjadi pribadi Kristen yang hidup lahir baru. Ibadah Natal ini diakhiri dengan jamuan makan siang bersama jemaat. (Frida Adriana)





























