Jemaat GIDI Eden Entrop ibadah Hari Kebangkitan Yesus Kristus, Minggu (5/4/2026).

JAYAPURA (PB.COM) – Jemaat Gereja Injili di Indonesiia (GIDI) Eden Entrop Klasis Port Numbay, merayakan Kebangkitan Kristus dengan ibadah rasa Bersama, Minggu (5/4/2026) dengan mengambil tema, “Manusia yang Berkenan Kepada Allah” sesuai Firman Tuhan Filipi 2:6-11.

Ibadah Minggu pagi berlangsung khidmat dengan lantunan pujian penyembahan, ruang kesaksian dari jemaat, keluarga, dan anak-anak sekolah minggu. Ibadah juga diikuti dengan perjamuan kudus yang biasa dilakukan di minggu pertama pergantian bulan.

Gembala Jemaat GIDI Eden, Pdt. Reinhard Ohee, pada kesempatan kotbah, sesuai pembacaan Alkitab Filipi 2:6-11, mengatakan,  Yesus adalah Allah tetapi Ia mengambil rupa manusia supaya manusia yang tidak berkenan menjadi berkenan kepada Allah.

Pada suasana Kebangkitan Kristus di tahun 2026 ini, ia mengajak jemaat Eden sama-sama melihat diri sendiri, apakah selama ini hidup selalu berusaha untuk menyenangkan Tuhan, atau hidup untuk kepentingan sendiri?

“Apakah aktivitas hidup saya selalu menyenangkan Tuhan atau selalu tidak menyenangkan Tuhan?” tanya Pdt. Reinhard.

Menurut dia, memperingati Kebangkitan Kudus Yesus Kristus adalah buat orang-orang yang sudah diperkenankan oleh Tuhan untuk hidup berkenan kepada Allah oleh karena pengorbanan Kristus Yesus.

Bagaimana jemaat bisa hidup berkenan kepada Allah? Pada Filipi 2 ayat 6-7 adalah manusia yang menyangkal kemanusiaannya.  Di ayat 6 mengatakan, “yang walaupun mengambil rupa Allah tidak menganggap keseteraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan dirinya dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia”.

Dari dua ayat firman Tuhan ini, menurutnya, kalau kita mau menjadi manusia yang berkenan, maka kita harus menjadi manusia yang menyangkal kemanusiaan kita. Maksud kemanusiaan itu adalah marah, fitnah, kata-kata kotor, perzinahan, percabulan.

Ia menjelaskan, kalau kita mengaku Yesus sudah bangkit maka kita harus berusaha untuk mengalahkan kemanusiaan itu. Katanya, kemanusiaan ini tidak akan berhenti, selalu ada di dalam daging kita. Dia akan dipakai oleh iblis untuk menghambat perkenanan kita kepada Allah.

“Itulah hari Minggu sebagai hari di mana kita memperingati hari Kebangkitan Yesus Kristus. Hari Minggu adalah hari pertama di mana Yesus bangkit. Yesus bangkit pada jam 3 subuh, supaya orang bangkit, berpikir tentang Allah di pagi hari,” ujarnya.

Yesus yang adalah Allah, lanjut Reinhard, meninggalkan semuanya hanya karena mau datang mengambil rupa kita yang tidak layak, tidak pantas, tidak berkenan, supaya melalui Dia kita berkenan.

Reinhard melanjutkan, Yesus mengosongkan diri-Nya, secara teologia bukan berarti Dia meninggalkan seluruh kuasa-Nya, kapasitas-Nya, tetapi Dia punya kepribadian yang suci, benar, Dia tinggalkan itu dan memposisikan diri-Nya kepada posisi manusia. Supaya keilahian itu bisa membuat kita berkenan kepada Allah. “Itu bukan pengorbanan biasa,” ucapnya.

Yang kedua, bagaimana kita dapat menjadi manusia yang berkenan kepada Allah?  Jawabannya adalah hidup menjadi kemuliaan bagi Tuhan. Setiap hari belajar hidup memuliakan Tuhan. Bagaimana caranya? Latihan. Ada lagu-lagu rohani bisa dibuka tetapi yang paling baik adalah doa setiap pagi, baca Alkitab. Pada ayat  ke 8, “dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati. Bahkan sampai mati di kayu salib”.

“Selagi Yesus masih menganugerahkan keselamatan, kesejahteraan, kebahagiaan, mari. Apa yang bisa kita berikan? Mari merendahkan diri. Mencari wajah-Nya dan menemukan kasih dan kebaikan-Nya dalam hari-hari hidup kita. Belajar taat kepada Tuhan. Renungkan taurat firman Tuhan siang dan malam. Jangan keraskan hati. Cari dan taat kepada kehendak Tuhan,” ajak Pdt. Reinhard.

Ketiga, di ayat 9-11, “itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia, dan menganugerahkan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit, dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi dan segala lidah mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan bagi kemuliaan Allah Bapa”.

Ia kembali mengajak jemaat untuk taat, dan belajar memuliakan Tuhan dalam hari-hari hidup kita. “Pemuda-pemuda, jangan meninggalkan ibadah pemuda. Jemaat, belajar taat, belajar hidup sesuai kehendak Tuhan,” tambahnya. (Frida Adriana)

Facebook Comments Box