
Tokoh Pemuda Papua asal wilayah Saireri, Gifli Buinei
JAYAPURA (PB.COM) – Tokoh Pemuda asal Wilayah Saireri, Papua, Gifli Buinei, mengapresiasi langkah Kapolda Papua Irjen Pol. Petrus Patrige Rudolf Renwarin, S.H., M.Si., yang untuk pertama kalinya mempercayakan tiga Polisi Wanita (Polwan) memimpin tiga Kepolisian Resor (Polres) di Tanah Papua. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan tonggak sejarah baru di lingkungan Polda Papua sekaligus bentuk nyata komitmen memberikan ruang kepemimpinan yang lebih luas bagi perempuan Papua.
Gifli menilai, penunjukan tiga Polwan sebagai Kapolres bukan sekadar bagian dari rotasi jabatan di lingkungan Polri, melainkan sebuah terobosan yang menunjukkan bahwa profesionalisme, kompetensi, dan integritas menjadi dasar utama dalam pengisian jabatan strategis.
Adapun tiga perwira menengah yang dipercaya mengemban tugas sebagai Kapolres yakni Kompol Jubelina Wally sebagai Kapolres Mamberamo Raya, Kompol Diaritsz Felle, S.I.K. sebagai Kapolres Kepulauan Yapen, dan Kompol Dian N. Pietersz, S.I.K. sebagai Kapolres Boven Digoel.
“Ini adalah sejarah baru di Polda Papua. Kami melihat Bapak Kapolda telah memberikan kepercayaan besar kepada perempuan Papua untuk menduduki jabatan strategis di kepolisian. Keputusan ini patut diapresiasi karena menunjukkan bahwa perempuan Papua memiliki kapasitas dan kemampuan yang sama dalam memimpin,” ujar Gifli Buinei, Minggu (05/07/2026).
Minta Kapolri Berikan Penghargaan
Atas kebijakan tersebut, Gifli Buinei meminta Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., memberikan penghargaan kepada Kapolda Papua sebagai bentuk apresiasi atas keberaniannya membuka ruang kepemimpinan bagi perempuan Papua di lingkungan Polri.
Menurutnya, kebijakan yang diambil Irjen Pol. Petrus Patrige Rudolf Renwarin layak menjadi contoh dalam pengembangan karier personel kepolisian karena menunjukkan komitmen terhadap sistem yang mengedepankan kompetensi dan kesempatan yang setara.
“Kami meminta Bapak Kapolri memberikan reward atau penghargaan kepada Bapak Kapolda Papua karena telah memberikan kesempatan kepada tiga perempuan Papua menduduki jabatan strategis sebagai Kapolres. Ini merupakan langkah progresif yang layak mendapat apresiasi,” katanya.
Gifli menambahkan, kepercayaan yang diberikan kepada tiga Polwan tersebut juga menjadi bukti bahwa sumber daya manusia Papua mampu bersaing dan mengemban tanggung jawab besar di institusi negara apabila diberikan kesempatan yang sama.
Diharapkan Hadirkan Kepemimpinan Humanis
Selain mengapresiasi kebijakan Kapolda Papua, Gifli berharap ketiga Kapolres yang baru dipercaya memimpin wilayah kerjanya masing-masing mampu menghadirkan kepemimpinan yang humanis serta semakin dekat dengan masyarakat.
Menurut dia, tantangan sosial dan keamanan di Papua membutuhkan pendekatan yang tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga dialog, pelayanan, dan perlindungan kepada masyarakat.
“Kami berharap ketiga Polwan yang telah ditunjuk menjadi Kapolres dapat mengabdi secara humanis di tengah masyarakat, menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang mampu membangun kepercayaan publik terhadap Polri,” ujarnya.
Bagi Gifli, pengangkatan tiga Polwan sebagai Kapolres bukan hanya menjadi catatan sejarah di Polda Papua, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya perempuan Papua, bahwa kesempatan untuk berkarier hingga menduduki posisi strategis terbuka bagi siapa saja yang memiliki dedikasi, integritas, dan kompetensi. (ADM)




























