Foto bersama usai pertemuan Pihak Pemkab Yahukimo dan PT AMA Jayapura

JAYAPURA (PB.COM) – Harapan masyarakat Kabupaten Yahukimo untuk kembali terhubung melalui layanan penerbangan perintis mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten Yahukimo bersama PT Associated Mission Aviation (AMA) Indonesia menggelar pertemuan di Kantor PT AMA Jayapura, Jumat (24/7/2026), guna membahas langkah-langkah pemulihan pelayanan penerbangan pasca tragedi yang menewaskan pilot AMA di Lapangan Terbang Balinggama awal Juli lalu.

Pertemuan tersebut dihadiri Bupati Yahukimo Didimus Yahuli, Ketua DPRD Kabupaten Yahukimo Son Bahabol, Asisten III Setda Yahukimo Bongga Sumule, pimpinan PT AMA Jayapura Bob Kayado, serta jajaran pilot dan manajemen maskapai.

Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak sepakat bahwa pembukaan kembali penerbangan perintis perlu dilakukan melalui proses evaluasi menyeluruh, dengan mengedepankan aspek keamanan serta pemulihan kondisi psikologis para pilot yang terdampak insiden di Balinggama.

Perwakilan PT AMA menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Yahukimo terhadap kondisi yang sedang dialami perusahaan beserta seluruh awak penerbangnya.

“Kami sangat bersyukur karena hari ini dapat bertemu dan menyampaikan langsung kondisi yang kami alami kepada Bupati beserta jajaran. Kami merasa dipahami dan dimengerti,” ujar pimpinan PT AMA, Bob Kayado.

Meski demikian, AMA menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum dapat kembali melayani penerbangan di wilayah Kabupaten Yahukimo karena para pilot masih dalam kondisi berduka dan mengalami trauma.

“Kami belum bisa melayani penerbangan di Kabupaten Yahukimo. Namun kami mempersilakan operator penerbangan lain yang memiliki kerinduan untuk melayani masyarakat Yahukimo agar dapat membantu memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan dan pendidikan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Yahukimo Didimus Yahuli mengatakan pemerintah memahami sepenuhnya kondisi psikologis yang dialami para pilot maupun manajemen AMA setelah kehilangan salah satu rekan mereka.

Menurutnya, pemerintah tidak akan memaksakan maskapai untuk segera kembali terbang, melainkan akan memberikan ruang bagi proses trauma healing sebelum aktivitas penerbangan dipulihkan secara bertahap.

“Kami bisa merasakan suasana hati para pilot maupun perusahaan AMA. Harapan kami, pelayanan penerbangan di Yahukimo dapat kembali berjalan, tetapi tentu harus melalui proses yang baik agar situasi yang terjadi di Balinggama dapat kita atasi bersama,” ujar Didimus.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Yahukimo akan melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan di seluruh lapangan terbang perintis yang berada di wilayahnya.

Langkah yang akan dilakukan meliputi penataan kembali petugas atau agen operator di setiap lapangan terbang, memastikan perangkat komunikasi radio SSB kembali berfungsi optimal, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelayanan penerbangan.

Didimus mengatakan hasil pertemuan dengan AMA akan ditindaklanjuti melalui rapat internal pemerintah daerah dan forum bersama seluruh stakeholder guna menyusun langkah-langkah konkret untuk membuka kembali pelayanan penerbangan perintis.

“Kami akan melakukan rapat pemerintah dan juga rapat bersama seluruh stakeholder, sehingga pelayanan pesawat perintis ini dapat dibuka kembali dengan mengutamakan aspek keamanan dan kenyamanan semua pihak,” katanya.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada manajemen dan seluruh kru AMA yang, meskipun masih berada dalam suasana duka, tetap menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Yahukimo.

“Kami tahu keluarga besar AMA masih berduka. Mereka masih mengenakan pita hitam sebagai tanda belasungkawa, tetapi mereka juga masih memiliki kerinduan agar pelayanan kepada masyarakat Yahukimo dapat kembali berjalan,” ujarnya.

Sebelumnya, dunia penerbangan perintis di Papua berduka setelah pilot AMA berkebangsaan Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin alias Mark, meninggal dunia dalam aksi pembakaran yang dilakukan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) saat pesawat yang diterbangkannya mendarat di Lapangan Terbang Balinggama, Kabupaten Yahukimo, pada 2 Juli 2026.

Peristiwa tersebut memicu solidaritas dari maskapai-maskapai penerbangan perintis yang beroperasi di Papua. Sejumlah operator memutuskan menghentikan sementara pelayanan menuju Kabupaten Yahukimo hingga situasi keamanan dinilai lebih kondusif dan AMA menyatakan siap atau memberikan ruang bagi maskapai lain untuk kembali melayani rute tersebut. (ADM)

 

Facebook Comments Box