Ketua DPRD Yahukimo, Son Bahabol (pakai batik kuning) bersama Bupati Didimus Yahuli dan sejumlah unsur forkopimda saat rapat kordinasi bersama manajemen PT AMA Jayapura

‎JAYAPURA (PB.COM) – Ketua DPRD Kabupaten Yahukimo, Son Bahabol, menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk terus memperjuangkan pemulihan akses penerbangan perintis di Kabupaten Yahukimo. Menurutnya, keberlangsungan transportasi udara bukan hanya menyangkut mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi urat nadi pelayanan kesehatan, pendidikan, pemerintahan, hingga roda perekonomian di 51 distrik yang tersebar di wilayah tersebut.

‎Pernyataan itu disampaikan Son Bahabol usai mengikuti rapat koordinasi pelayanan penerbangan perintis yang melibatkan Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU), manajemen maskapai Associated Mission Aviation (AMA), Pemerintah Kabupaten Yahukimo, dan DPRD Yahukimo di Bandara Sentani, Jumat (24/7).

‎Rapat tersebut digelar sebagai tindak lanjut atas terhentinya operasional penerbangan perintis pasca-insiden penembakan pilot AMA pada 2 Juli 2026 yang mengakibatkan pihak maskapai dan awak penerbangan mengalami trauma mendalam.

‎Meski demikian, Son mengungkapkan bahwa hasil pertemuan tersebut memberikan harapan baru. Pihak maskapai menyatakan kesediaannya untuk mulai membuka kembali layanan penerbangan secara bertahap, terutama pada rute-rute yang memiliki tingkat urgensi tinggi.

‎”Kami sangat memahami duka dan trauma yang dialami pihak maskapai. Namun di sisi lain, masyarakat Yahukimo juga sangat membutuhkan akses transportasi udara. Berdasarkan hasil pertemuan ini, penerbangan menuju daerah-daerah yang bersifat mendesak sudah mulai dipersilakan kembali untuk dilayani,” ujar politisi Partai NasDem itu.

‎Son menambahkan, komitmen menjaga keamanan penerbangan juga telah ditunjukkan masyarakat Yahukimo. Berbagai elemen masyarakat, tokoh wilayah, hingga klasis gereja telah menyampaikan pernyataan sikap yang mendukung terciptanya situasi aman agar aktivitas penerbangan dapat kembali berjalan normal.

‎Menurutnya, dukungan tersebut mencerminkan keinginan kuat masyarakat untuk bangkit dari situasi sulit dan memulihkan pelayanan publik di seluruh wilayah Yahukimo.

‎Ia menegaskan, penerbangan perintis merupakan satu-satunya akses transportasi bagi sebagian besar distrik di Yahukimo. Karena itu, penghentian layanan dalam waktu yang terlalu lama akan berdampak langsung terhadap pelayanan kemanusiaan.

‎”Di sana ada ibu hamil yang membutuhkan pertolongan medis, pasien dengan patah tulang, korban kecelakaan, hingga masyarakat yang harus segera dirujuk ke rumah sakit. Semua itu hanya bisa dilakukan melalui transportasi udara. Karena itu kami meminta agar negosiasi terus dilakukan sehingga akses penerbangan dapat dibuka seluas-luasnya,” tegasnya.

‎Selain pelayanan kesehatan, Son menjelaskan bahwa normalisasi penerbangan juga menjadi faktor penting bagi distribusi logistik, kelancaran proses belajar mengajar, aktivitas pemerintahan, hingga perputaran ekonomi masyarakat di daerah pedalaman.

‎Sebagai bentuk tindak lanjut, DPRD Yahukimo akan membawa aspirasi masyarakat terkait pemulihan penerbangan tersebut dalam agenda reses di setiap daerah pemilihan agar kebutuhan seluruh distrik dapat diperjuangkan secara menyeluruh.

‎Menutup keterangannya, Son Bahabol menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Yahukimo. Ia menegaskan, sesuai semangat otonomi daerah, eksekutif dan legislatif merupakan satu kesatuan yang memiliki tanggung jawab bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

‎”Di Yahukimo tidak ada ego sektoral. DPRD dan Bupati adalah satu kesatuan pemerintah daerah yang bekerja bersama demi kepentingan masyarakat. Semua langkah yang kami lakukan bertujuan agar pelayanan publik kembali berjalan dan kesejahteraan masyarakat dapat terus ditingkatkan,” pungkasnya. (ADM)

Facebook Comments Box