Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM) digendong warga saat menghadiri acara

JAYAPURA (PB.COM) — Ribuan warga dari wilayah Port Numbay yang terdiri dari 11 RW, 14 RT, dan mencakup 18 TPS mendeklarasikan dukungan mereka kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK), dalam sebuah ibadah syukur dan deklarasi yang dipimpin oleh Pdt. Daniel Wanimbo di Dok 8 Atas, Jayapura Utara, Kota Jayapura, Senin (30/06/2025)

Deklarasi ini difasilitasi oleh Tim Kerja Port Numbay Bersatu untuk Kemenangan BTM-CK, yang beranggotakan para tokoh masyarakat, tokoh adat, dan perwakilan 9 jemaat lokal yang diwakili oleh Koordinator Lapangan Yoiton Wonda dan Rudi Kogoya. Hadir pula Mama-mama Papua, mahasiswa, pemuda Tabi, serta tokoh adat terkemuka, Bona Murib selaku kepala suku dan tokoh adat Lani Jayapura Utara.

Dalam sambutannya, Benhur Tomi Mano (BTM) menegaskan bahwa kemenangan ini bukan sekadar soal politik, tetapi tentang mengangkat martabat masyarakat asli Papua, khususnya suku Tabi. Ia menyebut bahwa rumah adat Honai akan menjadi “istana bersama” yang mempersatukan seluruh masyarakat.

“Hari ini mama yang melahirkan saya beri noken berisi batu. Itu simbol harapan dan beban yang saya pikul dengan hati tulus. Tidak ada perbedaan di atas Tanah Tabi ini,” ujar BTM haru.

BTM juga menegaskan komitmennya untuk tidak membeda-bedakan siapa pun, serta akan melanjutkan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat. Ia menyebut bahwa Kantor Gubernur yang dibangun 12 lantai akan menjadi simbol kemajuan bagi Anak Tabi.

SK Tim Kerja Diserahkan Langsung oleh BTM

Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM) saat menyampaikan orasi

Pada kesempatan itu, BTM menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada Tim Kerja Port Numbay Bersatu, sekaligus menegaskan bahwa mereka akan menjadi ujung tombak dalam mengamankan suara 6.000 lebih yang berasal dari komunitas suku Lani di Port Numbay.

Tokoh agama, Ketua Klasis GIDI Port Numbay, Pdt. Lames Karoba, turut menyampaikan keyakinannya bahwa BTM adalah sosok yang dipilih Tuhan untuk memimpin Papua. “Iman saya, BTM adalah Gubernur Papua,” tegasnya dari mimbar.

Pesan dari Lapisan Masyarakat

Dari mahasiswa yang pernah kehilangan beasiswa, hingga mama-mama penjual yang meminta bansos, semua menitipkan harapan agar pemerintahan BTM-CK ke depan dapat lebih transparan dan akuntabel, khususnya dalam pengelolaan dana pendidikan dan sosial.

Miles Tabuni dan Ester Waro dari wilayah Ormu dan Lapago meminta perhatian terhadap penyediaan lahan pemakaman yang layak, serta fasilitas publik lainnya.

Sementara itu, aktivis mahasiswa Omus Jikwa mengungkapkan bahwa selama ini ada tekanan dalam pemilihan, bahkan beasiswa diputus pasca kepemimpinan Lukas Enembe. “Tolong, perhatikan kami mahasiswa Papua. Kami tidak ingin jadi generasi yang ditinggalkan,” pintanya.

BTM menjawab semua aspirasi dengan lugas, bahkan menegaskan bahwa jika ia tidak menepati janji, maka rakyat boleh turun ke jalan dan mendemo dirinya. “Silahkan demo saya kalau saya tidak penuhi janji,” ucapnya.

Suara Rakyat, Amanah yang Akan Dijaga

BTM menutup sambutannya dengan mengingatkan seluruh relawan untuk menjaga suara. “Jangan sampai suara kita hilang. Suara 6.000 ini akan menjadi fondasi kemenangan kita,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa survei dari tiga lembaga nasional menunjukkan dukungan 64 persen untuk BTM-CK, dan yakin suara akan bertambah dua kali lipat seperti pasir di laut dan bintang di langit. (ADM)

 

Facebook Comments Box