
Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli menandatangani Prasasti peresmian Gereja GIDI Siloam
DEKAI, YAHUKIMO – (PB.COM) – Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Jemaat Siloam Dekai, Klasis Dekai Kota, Wilayah Yahukimo,resmi diresmikan pada Kamis (16/10/2025) dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli dan Presiden GIDI, Pdt Usman Kobak.
Peresmian yang dilakukan bersamaan dengan pembukaan Rapat Badan Pengurus Lengkap (BPL) GIDI wilayah Yahukimo ke-19 itu diawali ibadah dengan mengambil tema Memelihara Kesatuan (Efesus 4:3) dan sub tema Bersatu Kita Kuat.
Acara pentahbisan dan peresmian ini selain dihadiri langsung oleh Presiden GIDI, Pdt. Usman Kobak, dan Bupati Didimus Yahuli, tampak pula Wakil Bupati Esau Miram, Sekda Redison Manurung, Asisten 2 Bongga Sumule, serta unsur Forkompimda lainnya.

Gedung Gereja GIDI Siloam Dekai
Ketua Panitia Pembangunan Gedung Gereja, Enius Loal, menjelaskan bahwa pembangunan gereja ini memakan waktu satu tahun sembilan bulan sejak tahun 2023. Pembangunan ini terwujud berkat bantuan dan dukungan kader serta jemaat GIDI setempat, serta bantuan penuh dari Pemkab Yahukimo.
Presiden GIDI, Usman Kobak, mengapresiasi perhatian Pemkab Yahukimo terhadap kesejahteraan umat dan pembangunan rumah ibadah. Ia juga menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan sesuai dengan tema acara, “Memelihara Kesatuan” (Efesus 4:3) dengan sub tema “Bersatu Kita Kuat”. Usman Kobak juga mengingatkan bahwa nama Siloam diambil dari cerita tentang orang yang memerlukan pertolongan, sehingga gereja harus menjadi tempat untuk menolong sesama dan menjadi berkat.
”Dan sesuai tema kita hari ini maka wajib ada persatuan dan kesatuan. Itulah juga maka bisa ada gereja kita yang ada hari ini,” urainya.
Dia menyebut Nama gedung gereja adalah Siloam yang sesuai cerita Alkitab adalah tempat orang yang memerlukan pertolongan ada di Siloam itu dan Tuhan menolong mereka.
”Maka sifat dan pelayanan disini harus siloam yakni menolong sesama menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk menjadi berkat bagi sesama.
Jangan buka pintu pada hari Minggu saja. Tapi sering jadi Mesbah doa dan pujian tiap hari menjadi lokasi bangun relasi hubungan dengan Tuhan juga sesama,” ujar Pdt Usman Kobak.
”Kini dalam gereja GIDI, para kaum laki laki malas ibadah. Kalian mulai mundur.
Tegaskan laki harus masuk gereja,” tegasnya lagi.
Selain peresmian gereja, Pdt. Usman Kobak juga menyinggung tentang BPL GIDI Wilayah Yahukimo yang akan membahas evaluasi hal-hal penting, kesaksian penginjilan, dan doa. Ia juga menyinggung bahwa pada tanggal 4-9 November akan diadakan rapat BPL Pusat.

Bupati Yahukimo Didimus Yahuli didampingi Wakil Bupati Esau Miram dan sejumlah unsur Forkompimda usai peresmian Gereja GIDI Siloam Dekai
Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, dalam sambutannya menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan. “Setiap tetes keringat yang keluar, Tuhan akan kembalikan,” ujarnya. Ia juga mengajak jemaat untuk memiliki hati yang lebih mewah dari bangunan gereja itu sendiri, merujuk pada pembangunan Rumah Tuhan oleh Salomo dalam 1 Tawarikh pasal 7.
”Kita sudah lihat megah gedung ini tapi hati kita harus lebih mewah dari bangunan ini. Dalam 1 tawarik pasal 7. Salomo bangun Rumah Tuhan.
Itu landasan saat kita bangun rumah Tuhan. Bahwa mata dan hati Tuhan ada disini,” urainya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Didimus Yahuli juga mengingatkan tentang tahun tanam dan menuai di 2029, serta mengajak untuk menghentikan pembicaraan tentang politik dan keamanan, serta fokus pada pendidikan anak-anak. (ADM)







































