Sejumlah calon mahasiswa-mahasiswi penerima program Beasiswa Unggulan Puncak Cerdas 2026 saat bersiap berangkat ke Semarang dari Bandara Aminggaru, Ilaga.

ILAGA (PB.COM)—Mendengar nama Kabupaten Puncak, stigma negatif tentang konflik yang berkepanjangan, pengungsian, penembakan, darah, dan air mata acapkali  terlintas di kepala.

Realitas ini menyatu dengan kondisi keterbatasan ekonomi akibat lambannya laju pembangunan sebagai dampak dari kondisi geografis yang sangat sulit, tarif transportasi yang tinggi, dan biaya hidup yang amat mahal. Sedih dan miris memang. Padahal, negeri ini sangat subur dan menyimpan kandungan sumber daya alam nan kaya.

Bupati Puncak Elvis Tabuni dan Wakil Bupati Naftali Akawal saat berfoto bersama masyarakat usai syukuran pelantikan di Ilaga, Mei 2025.

Puncak resmi dimekarkan dari Kabupaten Puncak Jaya berdasarkan UU No 7 Tahun 2008. Saat ini, kabupaten ini memiliki 206 kampung dan 25 distrik dengan jumlah penduduks ebanyak  177.797.00 jiwa, yang sebagian besar masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Sepanjang delapan belas tahun berdiri, Pemerintah Kabupaten Puncak terus berupaya membangun daerah. Namun berbagai tantangan besar menghadang bagai tembok besar yang susah diruntuhkan. Di antaranya, belum tersedianya akses jalan yang menghubungkan antardistrik secara memadai dan seluruh kebutuhan masyarakat masih bergantung pada transportasi udara sehingga harga barang sangat tinggi.

Ketua DPRK Puncak Thomas Tabuni, S.IP saat melakukan reses ke distrik-distrik untuk menjaring aspirasi pembangunan.

Puncak menjadi kabupaten dengan biaya pembangunan infrastruktur termahal di Indonesia. Sementara kapasitas fiskal daerah masih terbatas di tengah kebutuhan pembangunan sangat besar. Belum lagi konflik keamanan yang berkepanjangan berdampak terhadap roda pemerintahan dan pelayanan publik.

Kondisi ini menimbulkan keprihatinan besar yang berujung pada lahirnya sebuah inovasi baru yang membawa harapan. Di bawah kepemimpinan Bupati Puncak Elvis Tabuni, SE,MM dan Wakil Bupati Naftali Akawal, SE,MM, lahirlah program Beasiswa Unggulan Puncak Cerdas. Program ini sebagai investasi jangka panjang demi terwujudnya Kabupaten Puncak yang maju, mandiri, damai, dan sejahtera.

Bupati Puncak Elvis Tabuni, SE,MM menandatangani kerja sama dan berita acara launching dan pelepasan mahasiswa Program Beasiswa Unggulan Puncak  dia Aula Negelar, Kota Ilaga, Senin, 2 Juni 2025.

“Daerah kami boleh menghadapi berbagai tantangan dan konflik, tetapi pendidikan anak-anak kami tidak boleh berhenti. Daerah kami boleh tertinggal dalam infrastruktur, tetapi sumber daya manusia kami tidak boleh tertinggal. Masa depan Kabupaten Puncak akan ditentukan oleh kualitas generasi mudanya,” kata Bupati Puncak Elvis Tabuni dengan nada haru saat me-launching program Beasiswa Unggulan Puncak Cerdas di Ilaga, Senin, 2 Juni 2025.

Menurut Elvis, pendidikan adalah jalan terbaik untuk membawa perubahan,membuka wawasan, dan membangun masa depan daerah kita yang adil, mandiri, damai, dan sejahtera. Pendidikan juga adalah jalan damai dan berkelanjutan untuk masa depan Puncak yang lebih baik

Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal, SE bersama pimpinan Yayasan Binterbusih foto bersama di sela-sela penyerahan 123 Calon Mahasiswa Peserta Beasiswa Unggulan Puncak Cerdas di Semarang, Jumat, 6 Juni 2025.

“Kita ingin anak-anak dari puncak bisa sekolah tinggi, bisa bersaing, bisa jadi pemimpin di masa depan. Karena saya percaya, tanah ini akan berubah kalau anak-anak kita sekolah tinggi dan punya hati untuk kembali membangun negerinya,” tutur politisi senior Partai Gerindra ini.

Diapresiasi Gubernur Meki

Penjabat Sekretaris Daerah  Puncak Nenu Tabuni, S,Sos mengatakan, walaupun menghadapi berbagai keterbatasan, Pemerintah Kabupaten Puncak memiliki keyakinan bahwa masa depan daerah tidak boleh ditentukan oleh konflik. Sebab masa depan Kabupaten Puncak harus ditentukan oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Penjabat Sekretaris Daerah Puncak Nenu Tabuni, S.Sos berjabatan tangan dengan Ketua Yayasan Binterbusih Pascalis Abner, SE di sela-sela penyerahan 316 mahasiswa di Semarang, Senin, 13 Juli 2026.

“Karena itu Bupati dan Wakil Bupati menetapkan pembangunan Sumber Daya Manusia sebagai salah satu prioritas utama pembangunan daerah melalui program Beasiswa Unggulan Puncak Cerdas,” kata Nenu Tabuni, Senin, 13 Juli 2026 saat menyerahkan calon mahasiswa kepada Yayasan Binterbusih di Semarang.

Menurut Nenu, adapun tujuan program Beasiswa Unggulan Puncak Cerdas ialah meningkatkan kualitas SDM Putra-Putri asal Kabupaten Puncak, mencetak generasi muda yang unggul dan berkarakter, membentuk disiplin dan mental kepemimpinan, meningkatkan kemampuan akademik dan profesional, dan menyiapkan tenaga kesehatan, tenaga pendidik, birokrat, advokad, insinyur, dan tenaga profesional lainnya.

Bupati Elvis Tabuni saat melepas para alon mahasiswa penerima program Beasiswa Unggulan Puncak Cerdas 2026 saat bersiap berangkat keluar dari Bandara Ilaga menuju Semarang.

Berdasarkan data, pada tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Puncak melalui program ini menjalin kerja sama dengan Yayasan Bina Teruna Bumi Cenderawasih (Binterbusih) Semarang sebagai mitra pembinaan putra-putri Kabupaten Puncak. Terdapat 119 mahasiwa asal Puncak yang menerima manfaat pada program ini, dimana 78 orang langsung menjalani kuliah sedangkan 41 lainnya baru selesai matrikulasi dan mulai kuliah tahun 2026 ini.

Di tahun 2026, progam ini bertambah peminatnya dimana jumlah peserta mencapai 317 mahasiswa. Gelombang pertama sebanyak 200 orang berdasarkan hasil pengumuman yang lolos murni dan gelombang kedua sebanyak 116 orang.

Selain Binterbusih, di tahun 2025 Kabupaten Puncak juga bekerjasama den Yayasan Maga Edukasi Papua di Jayapura dan mengirim 123 Mahasiswa-mahasiswi untuk studi di luar negeri, yaknni strata satu (S1) ada 30 orang dan strata dua (S2) ada 17 orang yang terbagi dalam 12 orang ke luar negeri dan 5 orang dalam negeri.

“Kita sudah kirim 8 anak ke Rusia, 3 anak di Rumania, 1 anak di Amerika Serikat dan sisanya kita kirim ke New Zeland. Kemudian, di tahun 2025 juga ada 91 mahasiswa Puncak yang studi di Poltekes Kemenkes Jayapura,” kata Sekda Nenu.

Tak hanya itu, terdapat beasiswa umum yang merupakan program lanjutan Bupati Willem Wandik sejak 2023 berjumlah sebanyak 1.050 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan demikian, total mahasiswa-mahasiswi asal Kabupaten Puncak yang dibiayai Pemda Puncak per 2026 ini adalah sebanyak 1.699 orang.

Kebijakan Bupati Elvis Tabuni ini mendapat apresiasi banyak pihak, termasuk Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, SH. Program seperti Puncak Cerdas, kata Meki, menjadi jawaban atas tantangan akses pendidikan berkualitas di wilayah pegunungan. Pemprov juga mendorong kabupaten lain meniru pola kerja sama yang terukur dan berkelanjutan ini.

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menyerahkan bantuan laptop kepada siswa-siswi di Ilaga Kabupaten Puncak pada Januari 2026 lalu.

“Saya selaku Gubernur Papua Tengah sangat apresiasi kepada Bupati Puncak Elvis Tabuni, ini langkah yang tepat dan sejalan dengan visi provinsi, yakni membangun Papua Tengah dari sumber daya manusianya sendiri. Sebanyak 317 anak ini adalah investasi jangka panjang yang kelak kembali mengabdi membangun daerah,” ujar Gubernur Meki Nawipa, SH, Senin, 29 Juni 2026.

Menuru Meki, program ini sebagai investasi jangka panjang paling strategis mengatasi tantangan pembangunan di wilayah yang memiliki bentang alam luas dan akses pendidikan terbatas.

“Mengirim ratusan anak daerah melanjutkan studi adalah modal pembangunan jangka panjang yang tidak ternilai harganya. Ketika mereka berilmu dan berkarakter, merekalah yang nanti akan menggerakkan kemajuan di tanah kelahirannya sendiri. Tanpa SDM yang andal, hasil pembangunan tidak akan bertahan lama. Program ini jawaban atas keterbatasan akses pendidikan tinggi di daerah terpencil,” tegas Gubernur Meki Nawipa. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments Box