Tahun Ajaran Baru Tak Boleh Ada Aksi Kekerasan Siswa di Kota Jayapura

JAYAPURA (PB): Banyaknya viral di media sosial terkait aksi kekerasan atau bully yang dilakukan para pelajar kepada sesama teman pelajarnya, baik itu sekolah menengah tingkat pertama maupun sekolah menengah atas, menjadi perhatian Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano.

Orang nomor satu di Kota Jayapura ini tegas meminta agar tidak ada lagi aksi tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah, baik yang dilakukan guru, siswa hingga orang tua murid. “Saya harap tidak ada lagi guru yang memukul muridnya, guru yang memukul guru, atau orang tua yang memukul guru,” tegasnya saat apel pagi menyambut tahun ajaran baru di SMP Negeri 5 Jayapura, Senin (17/7).

Menurut Tommy Mano, lebih baik anak didik yang orang tuanya memukul guru dikeluarkan dari sekolah dan guru yang memukul muridnya dipecat. “Saya tidak main-main dengan pendidikan karena saya sangat peduli dengan dunia pendidikan di Kota Jayapura,” tegasnya.

Ia berharap Kota Jayapura dapat menjadi nomor satu di dunia pendidikan, sehingga hal-hal yang harus diperbaiki pada masa kepemimpinan yang lalu, akan diperbaiki dan ditingkatkan dalam masa kepemimpinan kini.

“Hal ini demi mutu dan kualitas pendidikan di Kota Jayapura, karena pendidikan itu penting dan pendidikan itu mahal,” katanya lagi. Ia juga mengharapkan masing-masing orang tua untuk membina dan mengasuh anak-anaknya dengan baik.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan setempat I Wayan Mudiyasa, mengatakan, dalam rangka tahun ajaran baru khususnya di wilayahnya, pihaknya mengagendakan agar pada 20 Juli 2017 diintensifkan sebagai masuk sekolah secara efektif dan orang tua wajib mengantar anaknya ke sekolah. (YMF)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *