
JAYAPURA (PB.COM) – Intelektual Muda asal Kabupaten Waropen, Papua mengkritisi aktivitas Bupati FX Motte yang seringkali melakukan perjalanan Dinas keluar daerah, tanpa tujuan yang jelas diketahui oleh masyarakat dan hasil yang tak signifikan pula.
Padahal, kini Pemerintah Pusat dalam Inpres nomor 1 tahun 2025 sudah mengatur Efisiensi Anggaran yang salah satu perintahnya adalah mengurangi Perjalanan Dinas dan kegiatan seremonial yang tidak efektif.
Untuk itu, mereka mendesak pihak Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Waropen segera menggunakan fungsi kontrolnya agar memanggil dan mempertanyakan hal tersebut.
Sejumlah Intelektual Muda asal Kabupaten Waropen yang berbicara kepada media di Jayapura, Selasa (17/06/2025) tersebut yakni Michael Sineri, Silas M.Imbiri, Herlans Erari dan Lukas B. Ruatakurei.
“Beberapa kali bupati sering lakukan perjalanan dinas tanpa hasil efektif dan terlibat. Ini sedang masa Efisiensi Anggaran. Harusnya Bupati fokus pada pembangunan daerah dan sukses program 100 hari yang sudah dijanjikan pada Masyarakat,” ujar Michael Sineri.
Senada Lukas Ruatakurei yang menyesalkan, seringnya Bupati Waropen FX Motte keluar daerah, sangat berdampak pada terganggunya stabilitas pemerintahan daerah. Sebab, Bupati saat pergi, tidak mendelegasikan kewenangan secara jelas kepada pejabat daerah lainnya.
Ditambah lagi pejabat daerah mulai Sekretaris Daerah (Sekda) hingga Kepala Dinas yang rata-rata belum Definitif.
“Sementara DPA nya sudah dibagikan untuk mulai dilakukan program kerja pada masyarakat. Kalaj seperti ini kan tentu sangat tidak efektif,” tegas Lukas Ruatakurei.
“Kami Minta DPR wajib panggil Bupati dan mempertanyakan tujuan perjalanan dinas dan pertanggung jawaban. Apa hasilnya sejumlah Perjalanan dan itu. Minimal apa tujuannya,” sambung Lukas lagi.
Penegasan serupa kembali dikemukakan Michael Sineri. Dia menyayangkan janji program Seratus Hari dari Bupati Waropen FX Motte, yang seakan redup tanpa kepastian.
“Ini kami melihat seratus hari kerja yang dijanjikan seperti asrama mahasiswa, pembangunan jalan, lampu ke Masirey yang belum efektif. Kalau DPR tidak panggil Bupati pertanyakan ini, maka akan ada aksi besar-besaran yang dimotori oleh Pemuda di Waropen,” tegas Michael Sineri. (ADM)






























