Kabupaten Pegunungan Bintang Rayakan Usia Ke-19 Tahun

 

Bupati Pegubin, Spei Yan Bidana, ST.M.Si didampingi Plt. Sekretaris Daerah drg. Aloysius Giyai, M.Kes, Forkiopimda dan para kepala OPD hadir  di acara HUT je-19 Kabupaten Pegubin.

 

JAYAPURA (PB.COM)—Tanggal 12 April 2022, Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) di Provinsi Papua merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19. Sebuah perayaan sederhana digelar di lapangan Kabiding, depan Kantor Dukcapil Pegubin, Selasa (12/04/2022).

Acara ini dihadiri oleh ribuan warga setempat dengan penuh sukacita diisi dengan ibadah bersama dan atraksi tari-tarian dari perwakilan suku. Tradisi bakar batu (barapen) ala Pegunungan Papua pun mengisi momen ini.

Bupati Pegubin, Spei Yan Bidana, ST.M.Si didampingi Plt. Sekretaris Daerah drg. Aloysius Giyai, M.Kes, Forkiopimda dan para kepala OPD hadir mengambil kegembiraan dan sukacita bersama rakyatnya.

Pada kesempatan istimewah ini, Bupati Spei mengukuhkan tujuh (7) kepala suku besar yang mendiami wilayah Pegubin yaitu Suku Jip Ngaul, Muruop, Arip Tap, Kambom, Una, Lepki, dan Suku Dap.

Untuk diketahui, Kabupaten Pegunungan Bintang adalah sebuah kabupaten yang terletak di kawasan Pegunungan Tengah Provinsi Papua. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini di sebelah Timur, Jayapura di bagian Utara, Boven Digoel di sebelah Selatan, dan Kabupaten Yahukimo di sebelah Barat.

Nama kabupaten ini diambil dari kata Steren Geberte yang dalam Bahasa Belanda berarti Gunung Bintang. Kata ini merujuk kepada kumpulan salju abadi di Puncak Mandala yang jika diamati berbentuk seperti bintang.

Secara geografis Kabupaten Pegunungan Bintang terletak di antara 140°05’00’’–141°00’00’’ Bujur Timur dan 3°04’00’’–5°20’00’’ Lintang Selatan dengan luas wilayah 15.683 9km². Kabupaten ini terbagi ke dalam 34 (tiga puluh empat) distrik dan 277 desa/kampung.

Berdasarkan data, jumlah penduduk Kabupaten Pegunungan Bintang pada tahun 2020 sebesar 11.800 jiwa dengan laju pertumbuhan sebesar 1,00% dan tingkat kepadatan sebanyak 7,13 jiwa per km².

Selama 19 tahun berdiri, Pegubin telah dipimpin oleh tiga bupati yakni Drs. Welliongton Lord Wenda, M.Si (2005-2015), Constan Oktemka (2015-2020), dan kini Spei Yan Bidana yang memimpin sejak Maret 2021. (Gusty Masan Raya/Tony Almung/Dari Berbagai Sumber)

 

Bupati Spei Bidana, HUT ke-45 dan Capaian Kinerjanya Untuk Pegunungan Bintang

Oleh Gusty Masan Raya/Pemimpin Redaksi papuabangkit.com/Majalah Bintang

SELASA, 22 Maret 2022, Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST.M.Si merayakan ulang tahunnya yang ke-45. Usia yang sangat matang, energik dan produktif sebagai seorang putra daerah Papua yang memimpin kabupaten di wilayah nan sulit dan terisolir itu.

Bupati Spei Yan Bidana, ST,M.Si

Sudah setahun lebih, Spei memimpin Pegunungan Bintang setelah menang pada Pilkada 2020 dan dilantik pada 3 Maret 2021 di Gedung Negara Jayapura. Spei didampingi wakil bupati alm. Piter Kalakmabin, Amd.TEK, yang meninggal tiba-tiba pada 28 Oktober 2021.

Pesan dan meme ucapan di berbagai grup WA menyebar sejak pagi tadi. Semua mendoakan Bupati Spei agar di hari istimewahnya ini, Tuhan dan leluhur Tanah Papua, selalu menjaga dan melindunginya untuk terus bekerja membangun masyarakatnya di Bumi Okmin.

“Atas nama seluruh jajaran birokrasi dan masyarakat Pegunungan Bintang, kami mengucapkan selamat ulang tahun buat Bupati Spei Yan Bidana. Panjang umur dan sehat selalu,” kata Plt. Sekretaris Daerah Pegunungan Bintang, drg. Aloysius Giyai, M.Kes dihubungi papuabangkit.com melalui telepon selulernya, Selasa pagi.

Menurut Aloysius, masyarakat Pegunungan Bintang harus bangga dan bersyukur memiliki sosok pemimpin seperti Spei Yan Bidana. Selain penuh wibawa, lembut dan berjiwa kebapakan, Spei juga menonjol sebagai pemimpin cerdas yang selalu melakukan inovasi dan kebijakan terobosan untuk membangun Pegubin.

Bupati Spei Bidana bersama Plt. Sekda Alo Giyai berbincang serius.

“Saya menyebutnya sebagai misionaris modern. Apa yang tidak pernah dipikirkan oleh pemimpin lain, dilakukan oleh Spei. Dia ingin menyusun ulang kerangka dasar pembangunan Pegunungan Bintang, dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di sini,” tutur Alo.

Tujuh Fakta Terobosan Spei

Penyataan Sekda Alo Giyai tentang Bupati Spei, tentu beralasan. Sejumlah catatan capaian kerja Spei selama setahun lebih, jadi buktinya. Sedikitnya, ada tujuh (7) fakta menarik yang dapat ditampilkan di sini tentang capaian kinerja ketua DPC PDIP Pegubin itu.

Pertama, Mendirikan Universitas Okmin Papua (UOP) di Kota Oksibil. Perjuangan mendirikan UOP hanya butuh waktu tiga bulan, dibantu tim dari UKSW dan Prof. Ir. Yohanes Sardjono, APU. Pada hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2021, kabar gembira datang. UOP resmi berdiri sesuai Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 344/E/O/2021 tertanggal 17 Agustus 2021 tentang Izin Pendirian Universitas Okmin Papua.

Bupati Spei Bidana bersama alm. Wakil Bupati Piter Kalakmabin.

Sejak September 2021, universitas pertama di Pegunungan Tengah Papua itu pun mulai berjalan, walau terbatas sarana dan prasarananya. Manajamen Kampus UOP menerima 615 mahasiswa yang mendafatar untuk 5 program studi perdana. Dengan rincian, Jurusan Antopologi S1 (265 orang), Pendidikan Bahasa Inggris (50 orang), Pendidikan Matematika (35 orang), Pendidikan Biologi (135 orang), dan Agroteknologi (130 orang). Sebanyak 35 tenaga dosen siap membantu.

“Saya dan Asisten II Pegubin dr Silwanus Sumule akan siapkan agar tahun depan sudah dibuka S1 dan D3 Keperawatan supaya menyiapakan tenaga kesehatan,” ujar Sekda Alo.

Alo sependapat dengan pemikiran Bupati Spei. Bahwa UOP berdiri tak hanya semata untuk mendongkrak sumber daya manusia (SDM), tetapi juga menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Suasana kuliah perdana mahasiswa Universitas Okmin Papua di Oksibil.

Bayangkan saja, selama 20 tahun berjalannya Otonomi Khusus di Papua, kebijakan pendidikan yang dilakukan dengan mengirim anak-anak Papua untuk studi atau kuliah di luar Papua, telah menguras kantong APBD. Dari sisi ekonomi, Papua tentu rugi.

“Saya hitung, mahasiswa kita dari Pegunungan Bintang yang kuliah di Jawa saja makan anggaran sampai Rp 15 miliar setiap tahun. Nah saatnya kita ubah, mahasiswa kita ke depan kuliah di Oksibil dan uang berputar di sana. Saya akan bersurat ke para bupati, terutama tetangga seperti Boven Digoel, Yalimo, Yahukimo, Keerom, Jayawijaya, bisa tiap tahun kirim 10 anak kuliah di Universitas Okmin Papua,” ujar Bupati Spei beberapa waktu lalu.

Kedua, Bangun Model Pendidikan Berbasis Budaya. Dalam rangka mendukung Universitas Okmin Papua, Bupati Spei Bidana pun membenahi pendidikan dasar. Pemda Pegubin bekerjasama dengan Yayasan Alirena, menghadirkan model pendidikan berbasis budaya yang diberi nama Pengkajian Budaya Papua dan Modernisasi (PBPM).

Menurut Pembina Yayasan Alirena, Mr. Eng Go, MBA, dalam pendidikan berbasis budaya dari PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK, orang tua dan komunitas harus terlibat. Dengan demikian, ekonomi dan kesehatan juga menjadi bagian dari program ini. Semuanya terintegrasi.

Bupati Spey Yan Bidana memberikan arahan kepada para Guru Andalan saat pelatihan di Bogor.

“Kita ingin memerdekakan anak-anak Pegubin untuk berkompetisi di level global. Kendati demikian, modernisasi dan globalisasi tidak boleh menggerus bahkan menghilangkan budaya dalam pendidikan,” ujar Mr. Eng saat tampil pada acara talkshow live Papua 60 Menit di TVRI Papua, Sabtu 4 Desember 2021.

Pada tahun 2021, terdapat 7 distrik di Pegubin yang menjadi sasaran pelaksanaan model pendidikan ini. Eng menilai, anak-anak Papua, termasuk di Pegubin sangat kenal dan paham dengan alamnya. Tetapi saat mereka test pelajaran IPA, umumnya mereka gagal. Nilai mereka hanya 30 atau 40. Kendalanya adalah pada pola pengajaran baca, tulis dan berhitung (calistung) dari para guru yang sangat lemah.

“Makanya kami ubah modelnya dengan pendekatan budaya, dimana tekankan  bercerita (storytelling). Mereka diuji tentang apa yang mereka kenal itu dengan bercerita. Ternyata luar biasa bagus. Artinya, nalar anak-anak Asli Papua tidak jauh tertinggal. Mereka mampu,” tutur Eng.

Ketiga, Tempatkan 90 Persen Pejabat Birokrasi Orang Asli Pegubin. Dari sisi birokrasi, Spei pun tak tinggal diam untuk merangsang rasa percaya putra daerah Bumi Okmin. Sejak April 2021, ia telah menempatkan putra-putri terbaik asli Pegubin untuk menduduki 36 Organisasi Perangkat Daerah untuk belajar menjadi pemimpin. Bersama-sama dia membangun daerah sesuai semangat dan roh Otsus yakni keberpihakan  (affirmative action).

Keempat, Tingkatkan PAD Lewat Carbon Trading. Gagasan brilian ini dilakukan Bupati Spei dengan memanfaatkan sekitar 1,6 juta hektar hutan Pegubin. Carbon trading adalah perdagangan emisi karbon yang dilakukan antar-negara untuk mengurangi emisi karbon dunia, khusunya dari karbon dioksida. Perdagangan karbon ini merupakan bentuk perdagangan yang menargetkan karbon dioksida atau CO2 dengan satuan ton.

Transaksi inilah yang membantu menetapkan batas kuantitatif yang dihasilkan oleh para penghasil emisi karbon. Dengan adanya perdagangan, negara yang memproduksi emisi dalam jumlah banyak bisa mengeluarkan emisi karbon tersebut  dari negaranya. Dan negara yang menghasilkan emisi dalam jumlah sedikit bisa menjual hak menghasilkan emisi yang dimilikinya kepada negara lain.

“Saya sudah lakukan MoU dengan salah satu perusahaan untuk carbon trading di Swiss. Ini ujicoba yang pertama dilakukan di Indonesia dan Papua. Kalau sukses maka kita akan menghasilkan uang dari penjagaan hutan kita yang masih lestari dengan kontribusi oksigen sekian ton kubik ke dunia. Perhitungan kasar saja, ambil seperempatnya saja dari total hutan kita di Pegunungan Bintang seluas 1,6 juta hektar, itu bisa menghasilkan sekitar Rp 45o miliar,” kata Bupati Spei Bidana, Sabtu, 18 Desember 2021.

Kelima, Menciptakan Renewable Energy atau Energi Terbarukan. Energi ini diciptakan dari power plant untuk mendukung Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan sungai-sungai untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) atau Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Hutan Pegunungan Bintang yang masih asri.

“Kita dorong energi terbarukan dan target kita 2030, Pegunungan Bintang itu bisa mandiri energi dengan zero fosil dan hasilkan energy minimal 10-15 MW yang bisa kita jual ke PLN dan dialirkan ke kabupaten lain seperti Boven Digoel dan Papua Nugini. Ini akan jadi PAD kita,” ujar Bupati Spei yang juga kandidat doktor bidang Konservasi.

Oleh karena itu, Spei mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga hutan dan lingkungan agar tetap lestari dengan terus melakukan penghijauan. Rencananya, pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemda akan me-launching Pegunungan Bintang sebagai kabupaten konservasi, baik konservasi terhadap biodiversity, sungai, hutan, kebudayaan, maupun nilai-nilai kearifan lokal. Apalagi dari sisi lokasi, Pegunungan Bintang memang sentral hidrologis di Papua.

Keenam, Membentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). Usul ini sudah disetujui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dimana sedianya akan dibangun di Distrik Batom. Bupati Spei Bidana didampingi Plt. Sekda Aloysius Giyai dan Staf Khusus Bupati, Yohanes Sardjono, APU, telah bertemu Kepala BRIN, Dr. L.T. Handoko di kantornya yang terletak Gedung B.J. Habibiet Lt. 24 Jalan M.H. Thamrin Jakarta Pusat, Jumat, 7 Januari 2022.

Bupati Spei bertemu Kepala BRIN, Dr. L.T. Handoko di kantornya, Jumat, 7 Januari 2022.

Dipilihnya Batom sebagai pusat riset dan inovasi daerah karena distrik ini memiliki letak sangat strategis yang mendukung konsep pengembangan terintegrasi dari kawasan strategis perbatasan. Batom berada di wilayah yang berbatasan langsung dengan  PNG dan juga dekat dengan Jayapura di bagian utara.

Tata ruang Distrik Batom memang sedang dirancang dan dikembangkan menjadi salah satu kota satelit di Pegunungan Bintang dan menjadi landasan untuk mendorong penetapan wilayah itu oleh Presiden Jokowi sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Perbatasan dengan mengandalkan potensi sumber daya alam energi terbarukan, konservasi alam, dan keanekaragaman hayati (biodiversity).

Ketujuh, Target 2022 Perbaiki Listrik, Internet dan Air Minum di Kota Oksibil. Tiga kebutuhan mendasar di Pegunungan Bintang menjadi perhatian serius pemerintahan Bupati Spei Yan Bidana, ST.M.Si. Listrik, internet dan air bersih. Jangankan di wilayah pelosok, di Kota Oksibil saja, masyarakat belum menikmati dengan puas.

Bupati Spei dan rombongan saat meninjua PLTM Oksibil di Distrik Oksibil, Desember 2021.

Pada Senin, 13 Desember 2021, Anggota Komis I DPR RI, Yan Mandenas, S.Sos,M,Si memimpin rombongan ke Oksibil. Ikut bersama dia, General Manager PT. Telkom Papua, Sugeng Widodo, Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Jayapura, Salmon Kareth, Divisi Backbone Direktorat Infrastruktur BAKTI Kominfo, John Tirayoh, Kabinda Papua, Mayjen TNI Abdul Haris Napoleon, dan Danrem 172/PWY Brigjen Isak Pangemanan.

“Semua pihak sepakat untuk mendukung rencana kerja kami. Kita targetkan 2022 ketiga hal ini bisa rampung,” tutur Bupati Spei, Desember 2021 lalu.

Selamat Ulang Tahun Pak Bupati Spei. Teruslah Bekerja Membangun Masyarakat Bumi Okmin. (*)

 

Bupati Spei Bidana Lantik 9 Pimpinan OPD Pegunungan Bintang

Bupati Spei Yan Bidana dan Plt. Sekda Aloysius Giyai berfoto bersama para pimpinan 9 OPD Pegubin yang baru dilantik di Aula Kantor Bupati Pegubin, Senin (14/02/2022)

 

OKSIBIL (PB.COM)—Bupati Spei Yan Bidana, ST.M.Si melantik sembilan (9) pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintahan Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Senin (14/02/2022).

Acara pelantikan digelar di Aula Kantor Bupati Pegubin dengan pengambilan sumpah janji jabatan oleh pejabat pimpinan tinggi pratama dihadiri sejumlah Forkopimda Pegubin. Ikut dilantik, sejumlah pejabat Eselon III untuk mengisi jabatan yang lowong.

Bupati Spei Bidana dalam sambutannya meminta seluruh pejabat yang dilantik harus bekerja untuk mendukung visi misi SEPTE dua tahun ke depan. Terutama, mengatur tata kelola aparatur, administrasi, program kerja, dan tata kelola keuangan yang baik guna mendukung pelayanan bagi masyarakat.

“Sejak awal kami memimpin, saya melihat aparatur yang kami percayakan ini belum  punya orientasi dan budaya kerja yang baik. Sekarang ini, kami sudah hadirkan energi baru dari Provinsi Papua yakni senior di bidang birokrasi, dokter Silwanus Sumule sebagai Asisten II Setda membantu Bapak Plt. Sekda Aloysius Giyai. Saya berharap semua belajar dari mereka dan bekerja dengan tekun memajukan Pegunungan Bintang,” kata Bupati Spei.

Asisten II Pegubin dr. Silwanus A. Sumule foto bersama Plt. Sekda Pegubin Aloysius Giyai dan Ibu.

Asisten II Bidang Administrasi Umum Setda Pegunungan Bintang yang baru dilantik, dr. Silwanus A. Sumule, Sp.OG(K).MH mengatakan dirinya hadir di Bumi Okmin selain membantu pelayanan birokrasi pemerintahan, tetapi juga ikut mewujudkan keinginan Bupati Spei untuk menghadirkan Fakultas Kesehatan di Kampus Universitas Okmin Papua (UOP).

“Angka kematian dan penyakit masih cukup tinggi di Pegunungan Bintang. Salah satu faktor utama adalah masih kurangnya ketersediaan sumber daya manusia kita di bidang kesehatan. Kiranya ke depan, kita wujudkan Fakultas Kesehatan di Universitas Okmin jurusan kebidanan dan keperawatan yang mampu menghasilkan SDM berkualitas untuk melayani dan berinovasi memajukan Pegunungan Bintang,” kata Silwanus.

Adapun 9 OPD di lingkup Pemkab Pegubin yang dilantik Bupati Spei Bidana yakni Asisten I Bidang Pemerintahan, Kesejahteraan Rakyat dan Pembangunan, Asisten II Bidang Administrasi Umum, Asisten III Bidang Pengelolaan Aset, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Kerarsipan dan Perpustakaan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Pendidikan, dan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM.

Ikut hadir dalam acara pelantikan, Plt. Sekda Pegubin, drg. Aloysius Giyai, M.Kes beserta Ketua Dharma Wanita Pegubin Ny. Nellu Giyai, S.Si.M.Farm, Wakapolres Pegubin Kompol Anton Ampang, dan sejumlah anggota DPRD Pegubin. (Aquino Ningdana/Gusty)

Hadiri HUT GIDI di  Klasis Bime, Bupati Spei Serahkan Bantuan Rp 200 Juta

Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST.M.Si ketika memberikan sambutan di Yubileum GIDI di Klasis Bime Suku Katengbang, Sabtu (12.02/2022)

 

OKSIBIL (PB.COM)Bupati Spei Yan Bidana, ST.M.Si menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-50 Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) masuk ke Pegunungan Bintang dan menjadi cikal bakal lahirnya peradaban di wilayah itu..

Perayaan yang digelar pada Sabtu (12/02/2022) di Klasis Bime Suku Ketengbang ini bersamaan dengan HUT GIDI ke-59 sebagai ucapan syukur gereja lokal Papua itu masuk ke wilayah Pegunungan Bintang.

Bupati Spei dan rombongan tiba dengan pesawat Ikaros sekitar Pkl. 7.15 di bandara perintis Distrik Bime. Ia disambut meriah oleh jemaat setempat denga tari-tarian.

Jemaat GIDI Klasis Bime yang hadir

Turut hadir dalam acara tersebut, Presiden GIDI Pdt. Dorman Wandikbo, S.TH, Wakil Ketua DPR Papua, Dr. Yunus Wonda, SH.MH,  anggota Komisi V DPR Papua Tarius Mul.Sos, Ketua Klasis GIDI Wilayah V Kabupaten Pegunungan Pdt. Yos Hilka S.Th, dan Wakil Ketua DPRD Pegunungan Bintang, Yunius Tengket SE.M.Si.

Menurut Spei Bidana dirinya mewakili Pemda Pegunungan Bintang dan selaku anak gereja, hadir untuk merasakan sukacita penuh syukur dari warga jemaat GIDI yang sudah berusia 59 tahun itu.

“Di Bime Suku Ketengban ini, pusat penyebaran Injil di Pegunungan Bintang dimulai. Injil masuk di sini dulu baru dia ke Timur, Selatan dan ke Utara. Selamat Ulang Tahun buat Gereja GIDI dan terima kasih sudah membangun manusia Pegunungan Bintang hingga hari ini,” katanya.

Bupati Spei Bidana bersama Wakil Ketua DPR Papua, Yunus Wonda

Spei berharap, di tengah pesatnya perkembangan zaman, iman yang tumbuh di tengah-tengah jemaat terus dipertahankan melalui pendidikan.

“Saya juga pastikan bahwa kondisi di Pegunungan Bintang ini pada umumnya aman. Hanya sedikit kemarin yang di Kiwirok. Saya mohon kerjasama seluruh masyarakat, tokoh gereja, adat dan aparat keamanan agar kita bersama-sama menjaga wilayah ini aman dan damai,” tegasnya.

Bupati Spei Bidana menyerahkan bantuan kepada panitia yubileum GIDI Klasis Bime.

Pada kesempatan itu, Bupati Spei Bidana juga menyerahkan bantuan sebesar Rp 200 juta kepada Panitia Jubelium 50 Tahun HUT GIDI, sekaligus meletakkan batu pertama pembangunan Tugu Injil Masuk di Wilayah Bime atau Suku Ketengbang.

“Walaupun hanya sedikit, semoga ini menjadi berkat dan membantu panitia mendukung kegiatan ini,” kata Bupati Spei usai menyerahkan bantuan itu.

Sementara itu Presiden GIDI Pdt. Dorman Wanimbo, S.Th dalam kothbahnya meminta seluruh kader asal Klasis Bime hasil dan iman dan peradaban selama 5o tahun atau yubileum GIDI, agar senantiasa menjaga diri dan mendukung pelayanan bagi jemaat.

Presiden GIDI Pdt. Dorman Wanimbo, S.Th saat menyampaikan Firman Tuhan.

“Aktivitas bapa-bapa baik makan minum atau giat apapun harus hati-hati karena jemaat masih butuh pelayanan dari kalian,” pesan Pdt. Dorman.

Acara HUT GIDI ke-59 diisi dengan ibadah syukur dan bakar batu (barapen) ala Pegunungan Tengah Papua bersama seluruh jemaat setempat. Menariknya, di sela-sela ibadah, jemaat yang hadir juga diberi kesempatan mempersembahkan hasil buminya sebagai ucapan syukur mereka kepada Tuhan.

Sekitar Pkl. 10.00 WIT, Bupati Spei meninggalkan lokasi dan menuju Kota Oksibil dengan pesawat. (Tonni Almung)