BPSDM Pegubin: Ini Alasan Dana Bantuan Studi Mahasiswa Belum Cair

Plt. Kepala BPSDM Pegubin, Ap Octoviaen Geraldus Bidana, S.Pd,MPA foto bersama mahasiswa IMPPETANG usai sosialisasi di Hotel Grand Abepura, Kota Jayapura, Rabu, 11 Mei 2022.

JAYAPURA  (PB.COM)—Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pegubin menggelar sosialisasi tentang mekanisme bantuan dana studi bagi mahasiswa di Hotel Grand Abepura, Kota Jayapura, Rabu, 11 Mei 2022.

Sosialisasi ini diikuti oleh ratusan mahasiswa-mahasiswi Pegubin kota studi Jayapura yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pelajar Pegunungan Bintang (IMPPETANG). Giat ini menghadirkan Plt. Kepala BPSDM Pegubin, Ap Octoviaen Geraldus Bidana, S.Pd,MPA, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pegubin, Jenni Lithin, SH,M.Si dan Inspektorat Daerah Pegubin.

Plt. Kepala BPSDM Pegubin, Ap Octoviaen Geraldus Bidana saat memberikan sambutan.

Kepala  BPSDM Pegubin Geraldus Bidana dalam sambutannya mengatakan, tujuan dibuatnya sosialisasi ini agar mahasiswa-mahasiswi Pegubib bisa diberi pemahaman tentang mekanisme penyaluran dana bantuan studi dan alasan keterlambatan penyaluran dana tersebut hingga kini.

“Ini juga menjadi kesempatan bagus bagi adik-adik mahasiswa bisa berdialog dengan kami. Kami mewakili Pemda Pegubin siap memberikan informasi lengkap terkait keterlambatan penyaluran bantuan studi,” kata Gerald.

Plt. Kepala BPSDM Pegubin, Ap Octoviaen Geraldus Bidana, S.Pd,MPA

Pria yang juga menjadi salah satu sosok di balik berdirinya Universitas Okmin Papua (UOP) ini menegaskan, terkait mekanisme dan persyaratan mahasiswa penerima bantuan, sama seperti yang pernah disampaikannya di media massa pada 22 Februari 2022 lalu. Yakni dokumen Kartu Mahasiswa, Surat Aktif Kuliah, Kartu Hasil Studi (KHS), Kartu Rencana Studi (KRS) dan transkrip nilai bagi mahasiswa Tugas Akhir. Ini adalah syarat mutlak yang wajib dipersiapkan sejak dini.

“Sementara soal keterlambatan penyaluran dana bantuan mahasiswa, saya perlu menggarisbawahi bahwa ini disebabkan oleh perubahan regulasi pengalihan kewenangan pengelolaan dana Otonomi Khusus Papua oleh Pemerintah Pusat sehingga berdampak pada keterlambatan  penyaluran dana itu ke setiap mahasiswa. Tidak hanya di Papua dan Papua Barat, tapi juga di luar Papua. Besok kami akan kembali ke daerah untuk mengurus dan menyalurkan dana bantuan sosial  kepada adik-adik Mahasiswa,” tegas Gerald.

Menurut Gerald, sejatinya Pemda Pegubin boleh saja menyalurkan dana bantuan studi tersebut lebih awal. Namun pihaknya harus mengikuti aturan keuangan Pemerintah Pusat. Oleh karena itu, mulai tahun ini dan seterusnya ke depan, penyaluran dana ini harus mengacu pada aturan keuangan yang ketat, terutama dengan melihat jenjang prestasi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) per semester dan keaktifan mahasiswa di kampus masing-masing.

“Saya mewakili pimpinan daerah dan seluruh staf BPSDM Pegubin menyampaikan  permohonan maaf dan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh Mahasiswa IMPPETANG  yang sampai saat ini masih sabar menunggu pencairan dana itu,” tutupnya.

Pada kesempatan itu, BPSDM Pegubin juga menyerahkan bantuan berupa fasilitas penunjang studi bagi para mahasiswa di Sekteraris IMPPETANG Kota Jayapura, berupa komputer, kursi dan alat-alat lainnya. (Aquino Ningdana/Gusty MR)

Supaya Mahasiswa Dapat Bantuan Studi, Ini Syarat Yang Ditetapkan BPPSDM Pegubin

Plt. Kepala BPPSDM Pegunungan Bintang, Geraldus O. Bidana, S.Pd.MPA

 

OKSIBIL(PB.COM)—Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang di masa kepemimpinan Bupati Spei Yan Bidana, ST.M.Si dan alm. Wakil Bupati Piter Kalakmabin, A.Md memberi perhatian serius bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM) lewat pendidikan.

Selain mendirikan Universitas Okmin Papua (UOP), Pemda Pegubin melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) juga memberi perhatian bagi ribuan mahasiswa yang sedang studi di dalam dan luar negeri. Persoalannya, setiap tahun jumlah mahasiswa terus bertambah, sementara dana yang dianggarkan tak cukup memenuhi permintaan. Lalu apa langkah yang diambil instansi terkait di tahun 2022 ini?

 

“Kami sudah mulai mempersiapkan dokumen penting yang berhubungan dengan Bantuan Studi. Contoh seperti pengecekan dan pengelompokan data mahasiswa yang sudah ada di BPSDM dan akan dilengkapi persayaratan yang kurang sebelum bantuan disalurkan. Berkaitan dengan ini kami minta agar setiap mahasiswa wajib mempersiapkan antara lain Kartu Mahasiswa, Surat Aktif Kuliah, Kartu Hasil Studi (KHS), Kartu Rencana Studi (KRS) dan transkrip nilai bagi mahasiswa Tugas Akhir. Ini adalah syarat mutlak yang wajib dipersiapkan sejak dini. Dan mulai tahun ini dan seterusnya, bantuan studi akan diberikan kepada mahasiswa yang sedang aktif kuliah dan berdasarkan Indeks Prestasi Kumulatif minimum 2,0 ke atas,” kata  Plt. Kepala BPPSDM Pegunungan Bintang, Geraldus O. Bidana, S.Pd.MPA saat rapat koordinasi di kantornya di Oksibil, Selasa (22/02/2022 yang dihadiri seluruh Kasubag  dan stafnya.

Untuk itu, lanjut Gerald, dalam waktu dekat pihak BPPSDM Pegubin akan mendatangi asrama-asrama setiap kota studi dan juga mengecek langsung semua mahasiswa di kampus masing-masing. Tujuanya ialah mengecek keaktifannya di dalam organisasi mahasiswa dan kegiatan edukasi lainnya selama ini.

Mahasiswa baru dari Pegubin yang tergabung dalam wadah IMPPETANG di kota studi Jayapura saat giat pengenalan mahasiswa, 2019 lalu (Foto: suarapapua.com)

Menurut Gerald, saat ini Pemda Pegubin terbantu karena sebagian mahasiswa asal Pegubin yang sedang studi mendapat bantuan beasiswa dari program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI serta dari beasiswa dari Biro SDM Provinsi Papua.

“Karena itu kami minta, tolong manfaatkan beasiswa itu dengan benar. Harus berusaha mempertahankan prestasi akademik supaya begitu selesai bisa melanjutkannya pada jenjang pendidikan S2 dan S3 dengan syarat IPK minimum 2.75. Kami juga akan mengecek keaktifannya di dalam organisasi mahasiswa dan kegiatan edukasi lainnya selama ini,” urai Gerald.

Gerald juga me-warning kepada mahasiswa Pegubin yang saat ini berada di masa tugas akhir dan sudah pernah menerima bantuan studi tahun 2021 bahwa mereka tidak akan mendapat bantuan yang sama di tahun 2022 ini, apabila yang bersangkutan masih belum selesai dari kampusnya. Sebab jika demikian, ia menerima hak adik-adik tingkatnya yang seharusnya menerima.

“Oleh karena itu, kami minta kepada pengurus organisasi IMPPETANG dan KOMAPO untuk tertibkan seluruh mahasiswa yang tergabung di dalam kedua wadah tersebut. Langkah-langkah ini akan membantu BPSDM me-manage sumber daya yang sudah disediakan oleh Pemda Pegubin,” tegas Gerald.  (Aquino Nindana/Gusty)

BPPSDM Fokus Siapkan Tenaga Dosen dan Peneliti Asli Pegubin

Plt. Kepala BPPSDM Pegunungan Bintang, Geraldus O. Bidana, S.Pd.MPA

 

JAYAPURA (PB.COM)—Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) Kabupaten Pegunungan Bintang, Geraldus O. Bidana, S.Pd.MPA mengatakan di tahun 2022 ini, pihaknya tetap fokus memberi perhatian serius terhadap para mahasiswa-mahasiswi program  studi strata dua (S2) doktoral atau strata tiga (S3).

“Program ini wajib karena mempersiapkan tenaga dosen dan peneliti orang asli Pegunungan Bintang untuk Papua. Mereka bisa kerja di perguruan tinggi, baik Universitas Okmin Papua maupun universitas lainnya di Papua. Program ini harus melalui diseleksi yang ketat sebab akan memasuki kampus-kampus ternama di Indonesia,” kata Gerald Bidana kepada wartawan di Oksibil, Selasa (22/02/2022).

Menurut Gerald, untuk program ini, Pemkab Pegubin dan Universitas Okmin Papua, sudah melakukan kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia dan luar negeri. Antara lain, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Katolik Sanata Dharma Yogyakarta, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Atma Jaya Yogayakrta, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Asia International University di Thaiwan, The Institute Tehnology Teheran Iran, The Cueendsland University Australia, dan ICEE America.

“Persyaratan utama bagi calon program magister dan program doktor adalah penguasaan metodologi penelitian dan penguasaan Bahasa Inggris dengan skor terendah adalah 500 untuk IELTS dan 600 untuk TOEFLE. Untuk mencapai skor itu tidaklah mudah. Harus berjuang keras dengan membutuhkan waktu yang cukup banyak. Kalau tidak serius dalam persiapannya, maka sangat tipis kemungkinan memasuki S2 dan S3,” tuturnya.

Gerald bilang, Pemkab Pegubin akan mengarahkan para calon mahasiswa S2 dan S3  langsung bekerja sebagai dosen dan peneliti di Universitas Okmin Papua (UOP). Kampus ini berdiri sejak 17 Agustus 2021 dengan 5 program studi. Di tahun akademik 2021-2022, UOP telah menerima 615 mahasiswa perdana, termasuk sejumlah mahasiswa dari Papua Nugini.

“Jadi Pemda benar-benar telah menyediakan tempat kerja bagi mereka. Ini juga merupakan salah satu upaya memberdayakan para tamatan perguruan tinggi. Karena itu, bagi semua mahasiswa memiliki orientasi jelas sejak dini, kemana nanti dia akan mengabdi,” ujanya. (Aquino Nindana/Gusty)